Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Medan

Keluarga Mahasiswa Asal Medan Yang Berada di Libya Resah

Rabu, 2 Maret 2011 06:00 WIB

Keluarga Mahasiswa Asal Medan Yang Berada di Libya Resah
AP Photo/MARY ALTAFFER/KEVIN FRAYER
TUNTUT MUNDUR - Demonstran berunjuk rasa di depan pintu gerbang Gedung Putih di Washington dan di kota Tobruk, Libya, Minggu (27/2).
Laporan Wartawan Tribun Medan/Irwansyah Putra Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keluarga mahasiswa yang kuliah di Negara Libya merasah resah dengan keadaan anaknya disebabkan tidak adanya jaminan keamanan bagi anak mereka yang berkuliah di negara tersebut yang saat ini dilanda krisis politik, Selasa (1/3/2011) Medan.

Abdul Rahim harahap orangtua dari Arfiansyah Harahap mahasiswa yang kuliah di Libya mengatakan sangat resah dan gelisah dengan kondisi keamanan serta keselamatan anaknya yang saat ini masih berada di negara yang sedang dilanda krisis kepercayaan tersebut.

Rahim menjelaskan, komunikasi dengan Arfiansyah terakhir pada hari Minggu (27/2/2011) lalu melalui handphone tapi saat ini komunikasi tidak bisa dilakukan mungkin diboikot oleh pemerintah Libya. Selain komunikasi melalui handphone dilakukan juga melalui twitter tapi kedua alat komunikasi tersebut tidak bisa digunakan. 

Saat dirinya berkomunikasi dengan Arfiansyah tergambar situasi disana masih aman dan terkendali dan saat ditanya mengenai logistik, ia (anaknya) selalu mengatakan cukup. Padahal melalui pemberitaan dimedia televisi situasi sudah sangat mencekam.

"Saya berharap Arfiansyah dan lainnya diberikan keselamatan serta kesehatan selama berada disana, dan kalaupun pemerintah ingin melakukan evakuasi segeralah dilakukan jangan sampai menunggu situasi semakin tidak kondusif," kata Rahim.

Sambung Rahim, Saat ini dirinya tidak mengetahui anaknya tinggal dimana, apakah dikampus atau diasrama yang pastinya ia hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah agar mereka semua diberikan keselamatan. Arfiansyah sudah sekitar lima tahun melaksanakan studinya di Internasional Islamic Call College dan dalam aktifiasnya selama dikampung halaman selalu berbuat baik dan dijuluki sebagai bilal mayat, bayangkan saja anak seumur Arfiansyah (25) sudah bisa menjadi bilal mayat, keahliannya tersebut membuat keluarga bangga dikampung halaman. Arfiansyah merupakan alumni dari SMA MAN 1 dan SMP Pesantren Darul Arafah.

Sementara itu Munawir Yusri (28) alumni tahun 2009 Internasional Islamic Call College mengatakan hingga saat ini situasi disekitaran kampus masih aman karena terletak diibukota Libya. Posisi tepatnya kampus adalah kota Tripolli, informasi ini didapatkan dari hasil komunikasi melalui via yahoo masengger dengan junior yang masih berada dikampus. 

komunikasi terakhir dengan junior yang ada dikampus terjadi pada hari minggu kemarin, tapi saat ini komunikasi tidak bisa dilakukan karena situasi di Libya semakin kacau. Untuk mahasiswa indonesia yang ada dikampus tersebut sekitar 130 orang sedangkan yang asal sumut ada sekitar 25 orang. 

Berdasarkan informasi dari mereka bahwa evakuasi sudah dilakukan tapi yang diprioritaskan adalah TKI yang bekerja di PT. Wijaya Karya sementara mahasiswa dan TKI lainnya masuk dalam daftar tunggu, kalaupun ada mahasiswa yang ikut dievakuasi adalah wanita yang jumlah sangat kecil sektar 10 orang.

"Saat ini kondisi logistik disana sudah sulit untuk dicari dan saat ini kebanyakan dari mereka tinggal di kedutaan dan asrama kampus, tapi syukur alhamdulillah pihak kedubes masih berperan besar untuk menyediakan logistik bagi warga indonesia yang masih berada disana," kata Munawir.

Munawir akan terus melakukan komunikasi kepada mereka yang masih berada disana untuk mencari informasi terkini, apalagi dirinya adalah alumni kampus tersebut yang tamat pada 2009 lalu jadi masih banyak junior yang dikenal. komunikasi dilakukan melalui webside resmi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kesatuan keluarga mahasiswa Libya.
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas