Cikal Bakal Komunitas Saxophone

Jurusan etnomusikologi bercita-cita membentuk komunitas saxophone.

Cikal Bakal Komunitas Saxophone
Tribun Medan/Danang Setiaji
Saxophone - Seorang peserta unjuk kebolehan memainkan Saxophone saat acara Mini Konser Saxophone di alun-alun etnomusikologi, Selasa (5/4).
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fakultas sastra jurusan etnomusikologi USU kembali mengadakan kegiatan yang kali ini bertajuk Mini Konser Saxophone di alun-alun etnomusikologi, Selasa (6/4). Melalui kegiatan ini, jurusan etnomusikologi ingin memperkenalkan saxophone lebih luas kepada khalayak ramai, dan bercita-cita membentuk komunitas saxophone.

Markus, Ketua Panitia pada acara ini, mengatakan acara musik khusus Saxophone belum pernah diadakan oleh jurusan etnomusikoogi dan baru kali ini ditampilkan. Tujuan diadakannya acara ini sebagai ajang kreativitas, selain sebagai variasi acara musik yang ditampilkan oleh jurusan etnomusikologi. " Tujuan utama diadakannya acara ini sebenarnya agar terbentuk komunitas saxophone. Komunitas seperti ini kan jarang sekali, karena itu melalui kegiatan ini semoga dapat terbentuk komunitas saxophone," ujar Markus. Markus menjelaskan setiap peserta yang tampil pada acara ini membawakan tiga lagu. Para peserta yang tampil pada acara ini pun belajar secara otodidak cara memainkan saxophone. Dikatakannya, di etnomusikologi baru kali ini diberikan materi mengenai saxophone, sebelumnya materi yang diberikan adalah clarinet. Markus menjelaskan bahwa clarinet dan saxophone adalah satu keluarga wood wind instrumen, namun di Indonesia penggemar saxophone lebih banyak dibanding clarinet. Sementara diluar negeri, pamor clarinet dan saxophone sudah hampir sama.

"Kalau jenis saxophone itu sendiri ada 14, namun yang umum dimainkan ada enam, seperti sopranino, soprano, alto, tenor, bariton, dan baby saxophone," katanya. Bila mendengar saxophono, telinga pendengar akan langsung mengingat Kenny G. Ya, Kenny G memang dikenal sebagai pemain saxophone kelas wahid di dunia. Lagu-lagu ciptaannya membuat banyak orang jatuh hati dan tertarik untuk mempelajari alat musik tiup ini. Demikian juga dengan Markus. Ia mengaku awalnya suka mendengarkan lagu-lagu Kenny G, mencoba memainkan saxophone, sampai benar-benar jatuh hati pada alat musik tiup ini. Markus pun tak menampik jika nada-nada yang dihasilkan saxophone terdengar lebih romantis, terlebih jika memainkan lagu klasik. Pada acara ini, beberapa lagu yang dibawakan seperti lagu berjudul careless whisper, I swear, spain, pelangi, ataupun kaulah segalanya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved