Copa del Rey

Panggung Kreasi Xavi dan Oezil

EDISI perdana perang bubat Barcelona kontra Real Madrid akan dibuka di Stadion Mestalla, Kamis (21/4) dini hari.

Panggung Kreasi Xavi dan Oezil
TRIBUN MEDAN/HERYANTO
Barca vs real Madrid
TRIBUN-MEDAN.com - EDISI perdana perang bubat Barcelona kontra Real Madrid akan dibuka di Stadion Mestalla, Kamis (21/4) dini hari. Dua tim raksasa Spanyol tersebut bertemu di altar final Copa del Rey, yang menjadi perjumpaan kedua dalam empat seri sepanjang 18 hari.

Setelah hasil seri di partai La Liga, inilah saatnya bagi kedua tim untuk menunjukkan siapa yang lebih baik. Pemenang akan menobatkan diri sebagai Raja Spanyol. Duel megabintang menjadi patron utama pertemuan dua tim ambisius ini. Maklum, gengsi menjadi hal paling memantik api permusuhan di antara keduanya.

Apalagi musim ini mereka sama-sama punya peluang untuk meraih treble alias tiga gelar juara. Selain di Piala Raja ini, persaingan Los Fantasticos dan Los Galacticos juga ada di La Liga Spanyol dan Liga Champions. Ini adalah El Classico serial ketiga dari lima seri yang mereka harus lakoni musim ini.

Pertarungan antarindividu berkualitas tinggi siap melahirkan partai menarik. Meski semua orang yakin magnet utama terletak pada sosok ikonik, Lionel Messi dan Cristiano Roanldo, tapi sesungguhnya ada peran pemain lain yang tak kalah penting.

Sosok ini terletak di tengah dan berfungsi menjadi nyawa tim, sekaligus penghubung antarlini belakang dan depan. Tak pelak, kreasi di sisi ini menjadi tak kalah krusial dibanding pesona individu Leo dan CR7. Secara teknis, pertarungan adu kreasi di panggung Mestalla akan menjadi pembuktian playmaker beda generasi, Xavi Hernandez dan Mesut Oezil.

Dua "aktor" tersebut menjadi bagian terpenting bagi realisasi skenario dua sutradara andal di pinggir lapangan. Secara skematis, Xavi menjadi sangat penting bagi Barcelona. 14 gelar yang diraih sang maestro menjadi bukti ia selalu menjadi bagian dari sejarah luar biasa El Barca.

Daya magisnya tetap stabil sejak tahun 1997, bahkan seiring bertambahnya pengalaman, imajinasi justru makin liar. Inilah yang menjadi batu sandungan bagi musuh Blaugrana, bagaimana caranya mematikan pergerakan Xavi yang selalu mengatur distribusi si kulit bundar dengan teratur. Titik sentral sistem tiki taka yang menjadi patron utama Josep Guardiola, berada di kaki Xavi Hernandez. (tribunnews/bud) Selengkapnya baca edisi cetak hal 1 hari ini

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved