Senin, 22 Desember 2014
Tribun Medan

Paolo Memang Menonjol Ketimbang Pemain Lain

Rabu, 25 Mei 2011 10:27 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keberhasilan Paolo Oktavianus Sitanggang lolos ke Bali pada event AC Milan Junior Camp Indonesia All Start Team Challenge di Stadion Teladan Sabtu dan Minggu lalu, nyatanya sudah diyakini oleh head coach SSB Surya Putra Marindal Lasmono (51), yang mengatakan dari 150 siswa SSB yang ia latih, ia yakin Paolo bakal lulus.

Lasmono yang ditemui di tengah memantau latihan para siswanya, mengatakan juga sejak bergabung di SSB Surya Putra Marindal awal 2010 lalu, kualitas Paolo memang menonjol ketimbang pemain-pemain lainnya. Itu pula yang membuatnya tidak merasa terkejut mengetahui Paolo bisa lolos bahkan memecahkan rekor tes kemampuan fisik pada event bertaraf nasional yang berlisensi AC Milan tersebut.

"Selain Paolo, dua siswa kita yang lolos yaitu M Faturahman dan Fiwi Dwipan, memang kian menonjol ketimbang pemain lainnya. Saya juga yakin, dua dari tiga nama tadi yaitu Paolo dan Fiwi bisa lolos untuk maju ke Italia, berlatih bersama AC Milan," ujarnya di lokasi latihan SSB Surya Putra Marindal, Jalan Marindal, Medan, Selasa (24/5).

Terkait kenapa ia meragukan M Faturahman, dijelaskan Lasmono, itu berdasarkan hasil objektif mereka di tim pelatih, yang melihat kualitas Paolo dan Fiwi masih lebih baik ketimbang Faturahman. Tetapi bukan berarti ia tidak mendukung Faturahman, hanya saja, objektifitas katanya penting karena dari data statistik penilaian, Paolo mampu memecahkan rekor level tes fisik, sementara Fiwi menjadi peserta dengan poin tertinggi. Berbeda dengan Faturahman yang hanya lolos saja tanpa mendapatkan predikat lain.

Ditambahkan Lasmono, pada event tersebut sebenarnya pihak SSB menurunkan 45 orang pemain pada tahap pertama seleksi. Namun, yang lolos seleksi tahap dua hanya 18 orang, kemudia diikuti lolos untuk tahap ketiga sebanyak tiga orang. Alasannya Lasmono juga cukup kuat, ia mengaku lolosnya tiga pemain tadi berangkat ke Bali, karena kemauan mereka yang sangat kuat.

"Saingan mereka di Bali bukan tanggung-tanggung. Saya akan memberikan intensif latihan khusus kepada tiga pemain tadi. Paling tidak durasi dan format latihan akan disesuaikan dengan kebutuhan mereka di Bali. Namun yang paling utama akan saya benahi fisik mereka dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum SSB Surya Putra Marindal Maringan Sitanggang (51), yang juga ayah kandung dari Paolo Oktavianus Sitanggang, mengatakan saat ini total siswa SSB mencapai lebih dari 150 orang. Sejak berdiri pada 21 April 2010 lalu, ia mengatakan perkembangan sekolah sepakbola mereka cukup berkembang pesat.

"Sebagai pengurus SSB yang sekaligus menjadi ayah Paolo, saya cukup terharu. Rasanya berlipat kesenangan saya. Satu sisi anak saya menjadi juara dan satu sisi SSB yang saya kelolo bisa berprestasi seperti saat ini," ujar Maringan yang mengaku membuka usaha ikan laut bersama sang istri Eviana Silalahi (50) di depan rumahnya.

Terkait sang anak, ia mengaku bakat Paolo sudah tampak sejak ia berusia 10 tahun. Saat itu, kerap bermain keluar rumah, Paolo selalu menyempatkan diri untuk sekedar berlari-larian dan meminta bola plastik kepadanya.

Perlahan, setelah Paolo menginjakkan kaki di kelas IV Sekolah Dasar, Maringan langsung mengaplikasilkan bakat anaknya tadi melalui jalur positif, dengan memasukkannya ke SSB Kurnia, hingga Paolo menginjakkan kaki di kelas III SMP.(Irf/tribun-medan.com)
Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas