Pemain Siap Menggugat
Harapan warga Medan pecinta PSMS terhadap tim legendaris ini sangatlah tinggi
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN, TRIBUN - Harapan warga Medan pecinta PSMS terhadap tim legendaris ini sangatlah tinggi. Liga Indonesia Divisi Utama musim 2011-2012 belum lagi dimulai, namun sudah sangat banyak yang mengandaikan pemain ini dan pemain itu masuk, lantas membawa Ayam Kinantan lolos ke ISL.
Sebuah harapan yang tidak boleh dilecehkan. Akan tetapi harus diakui pula, sejauh ini, masihlah merupakan sekadar harapan semu, semacam keinginan yang jauh panggang dari api. Betapa tidak, ketika sebagian kompetitor sudah mulai berancang-ancang membentuk tim, PSMS justru masih disibukkan oleh persoalan di luar lapangan. Persoalan yang membikin situasi musim lalu berkali-kali memanas, tunggakan gaji.
Begitulah, walau tim PSMS musim 2010-2011 sudah resmi bubar, beberapa pemain ternyata (sesuai draft kontrak mereka) masih menerima gaji hingga Agustus 2011. Beberapa yang lain berdasarkan perjanjian (juga termaktub dalam draft kontrak), menerima gaji hingga bulan yang sama apabila PSMS bisa lolos ke babak delapan besar.
Sekarang mereka menuntut hak itu. PSMS sudah mereka bawa lolos ke babak tersebut. Walau pun kemudian tersingkir secara menyakitkan, ini berada di luar perjanjian. Namun manajemen PSMS sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda bakal melunasi gaji itu. Padahal terhutung Selasa (21/6), waktu pembayaran sudah genap lewat dua minggu. Seyogyanya pemain memperoleh hak mereka pada tanggal 7 setiap bulannya.
Sekretaris Umum PSMS Medan Idris pada Tribun beberapa waktu lalu menyebut, mereka (yakni manajemen - [atau barangkali mengatasnamakan manajemen] PSMS) terpaksa menunda pembayaran gaji karena adanya faktor teknis. Dari tanggal 7, Idris menjanjikan tanggal 10, lalu bergeser lagi ke tanggal 12. Janji tinggal janji, kemudian dikedepankan pula janji lain, yang kali ini tiada bertanggal. Ternyata, sampai hari ini pun realisasi pembayaran gaji itu tak kunjung ada.
Pemain pun hilang kesabaran. Donny F Siregar menilai manajemen tidak berlaku profesional dan tidak berintegritas. "Kami semua terkatung-katung. Tidak ada informasi, sebuah sms pun tidak. Ini sangat membingungkan. Kami akan segera bertindak jika tidak ada itikad baik dari manajemen," kata Donny.
Namun Donny mengatakan, bertindak yang dia maksudkan tidak bertendensi anarkis. Para pemain menurutnya hanya akan menggugat ketidakbecusan manajemen dengan cara menanyakan langsung hal itu pada Sekum PSMS Idris.
"Jika tidak ada niat baik dari mereka. Apa boleh buat, kami akan menuntut hak-hak kami. Mungkin kami akan datang ke Pemko (Medan)," ujar Donny
Almiro Valadares dan Vagner Luis pun tak kalah heran pada situasi ini. Kedua pemain asing ini sampai harus mengubah jadwal kepulangan mereka ke negara asal. Keduanya berhari-hari terlantar di Mess Kebun Bunga.
"Ini situasi yang buruk, friend. Sehari bagaikan 38 jam. Untuk pertama kalinya saya harus alami ini. Saya sudah membicarakan ini dengan agen saya, dan kami akan segera bertindak dalam waktu dekat ini," kata Almiro saat disambangi di Mess Kebun Bunga.
Menurut sumber Tribun yang tak ingin disebut namanya, uang PSMS saat ini sudah tidak ada lagi di KONI Medan. Uang sebesar Rp 1,7 M yang diperuntukkan bagi gaji pemain dan keperluan lain sudah berada di tangan Idris.
"Uang untuk gaji Mei itu sudah sama dia. Bahkan itu diberikan sebelum PSMS berangkat ke Tenggarong. Kalau tak salah 10 Mei lalu," kata sumber itu.
Sayang, kabar ini tidak dapat dikonfirmasi lebih lanjut. Sekum PSMS Idris tidak dapat dihubungi, termasuk lewat telepon genggamnya yang dikontak berulangkali. Ada panggilan nada masuk, namun kontak tidak diangkat.(raf)