Kontroversi Pembangunan PLTGB
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) di Kawasan Jerora satu masih menuai protes
TRIBUN-MEDAN.com, SINTANG - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) di Kawasan Jerora satu masih menuai protes hingga kini. Masyarakat
berharap rencana peletakan batu pertama ditunda untuk sementara waktu.
“Saya minta peletakan batu pertama untuk pembangunan PLTGB ditunda dulu sampai ada kejelasan. Kalau tetap dipaksakan, saya melihat ada sesuatu yang patut dipertanyakan dibalik upaya pemenuhan kebutuhan listrik ini,” Kata Aktifis lingkungan Viktor Imanuel.
Viktor yang juga warga sekitar mempertanyakan mengapa pembangunan PLTGB di tepi sungai, padahal itu akan mengganggu warga sekitar, terutama dampak yang akan ditimbulkan. Kata dia Semestinya pelaksanaan kegiatan tersebut harus disosialisasikan dulu sebelum proses berlangsung.
"Jangan izin lokasi dulu baru mau sosialisasi, sementara warga sekitar
diabaikan, jelaskan manfaat dan perkiraan dampaknya dan saya minta Badan Lingkungan Hidup jangan diam saja,” tukasnya.
Soal lokasi PLTGB yang sekarang, (di tepi sungai Jemelak-red) Viktor mengatakan, masih banyak lahan lain diluar yang jauh dari lokasi sungai Jemelak, satu diantaranya lahan milik Pemkab itu sendiri. Sementara kawasan Jemelak dianggap sebagai kawasan konservasi.
"Pembangunan PLTGB inikan hanya sementara, mengapa tidak dilahan milik Pemkab saja, sebab kami khawatir jika pelaksanaannya dilanjutkan akan menimbulkan dampak sosial di masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya PLN menyatakan, pembangunan PLTGB akan segera direalisasikan, pada awal Juli ini peletakan batu pertama akan dilaksanakan. Namun seiring berjalannya waktu tiba-tiba masyarakat menyampaikan protes. Lantaran masyarakat belum mendapatkan sosialisasi.
Manajer PLN Sintang H Suharman yang dikonfirmasi Tribun secara terpisah mengatakan, pasca protes dari warga pihaknya belum bisa memutuskan kapan akan merealisasikan rencana peletakan batu pertama, seperti yang pernah. "Saat ini saya sedang berada di Sanggau rapat, satu diantaranya membahas masalah ini,"
jelasnya.
Saat disinggung soal Sosialisasi Suharman mengatakan, itu sudah merupakan kewenangan dari konsultan, sementara PLN hanya membeli daya dari pihak ketiga. "Kalau PLN ini sebenarnya hanya membeli daya saja, soal itu kita tidak bisa
komentar," jelasnya. (ali)