Tangkahan Wisata Yang Terabaikan
Biasanya, liburan sekolah sangat dinanti oleh para murid dan orangtua. Pasalnya hanya dengan hari libur, mereka bisa berkumpul bersama
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Biasanya, liburan sekolah sangat dinanti oleh para murid dan orangtua. Pasalnya hanya dengan hari libur, mereka bisa berkumpul bersama-sama keluarga.
Seperti Miswanto (25) warga Tandem Hilir saat dijumpai www.tribun-medan.com mengatakan dirinya sering membawa keluarganya jalan-jalan saat liburan sekolah. "Sekarang kami akan ketangkahan," ujar Miswanto kepada www.tribun-medan.com
Dikatakan Miswanto, di Kabupaten Langkat ini, banyak wisata alam yang bagus untuk tempat rekreasi keluarga. "Nah, saya ingin membawa keluarga saya ke Tangkahan. Karena di Tangkahan terdapat gajah dan aliran sungainya masih sangat jernih," terangnya kepada www.tribun-medan.com
Tangkahan itu, terang Miswanto berada di kawasan Taman Nasional Gunung Lauser. Untuk kesana, sambung Miswanto memakan waktu sekitar 3 jam dari kampung Batang Serangan.
Ditanya apakah ada angkutan yang kesana, Miswanto menjawab, ada tetapi karena jalannya yang rusak dan berdebu, membuat perjalan menuju kewisata alam gunung lauser akan terasa cukup lama.
"Maka dari itu kami pergi ke Tangkahan dengan menggunakan kereta. Dan uniknya lagi dari tangkahan adalah jalan menuju kesana harus mengikuti tiang listrik," paparnya.
Untuk ketangkahan, kita juga menyebrangi sungai dengan menggunakan getek. Getek itu adalah penyebrangan yang dibuat warga sekitar untuk memudahkan para wisatawan menuju Tangkahan. "Sekali menyebrang dengan getek hanya dikenakan biaya Rp2000," ujarnya seraya mengatakan dirinya sudah beberapa kali ketangkahan.
Miswanto juga mengatakan kalau hendak ke Langkat, jangan pernah untuk tidak singgahi Tangkahan karena hanya jalan menuju wisata taman lauser ini saja yang rusak, setelah sampai di Tangkahan, kepenatan dalam perjalanan akan hilang karena alamnya yang begitu asri.
"Wisatawan domestik sedikit datang ke tangkahan karena jalan menuju ke lokasi wisata alam rusak parah dan belum ada fasilitas penerangan. Sedangkan wisatawan asing datang kesini mereka lebih senang haiking bersama gajah keliling kawasan taman nasional gunung lauser," ujar Miswanto mengakhiri.(Ahm/tribun-medan.com)