Eks Manajer PSMS Bantah Depositokan Gaji Pemain
Penunggakan gaji PSMS berbuntut kekecewaan mendalam bagi pemain
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penunggakan gaji PSMS berbuntut kekecewaan mendalam bagi pemain. Teranyar pemain akan mempolisikan pengurus PSMS yang dianggap mengangkangi klausul kontrak. Sinisme dan cecaran menjadi konsumsi keseharian pengurus PSMS.
Sumber www.tribun-medan.com terpercaya menyebutkan plt Ketua Umum Idris S.E bersama seseorang bernama Kinoy telah mengambil cek senilai Rp 1,7 M dari KONI Medan. Dana untuk gaji pemain termasuk di dalamnya. Penerimaan cek dilakukan per tanggal 10 Mei 2011. Tepatnya sebelum keberangkatan tim PSMS Medan melakoni laga putaran delapan besar di Tenggarong, Kalimantan Timur.
Sumber www.tribun-medan.com lainnya yang berada di PSMS membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa cek tersebut sengaja belum dicairkan dengan maksud mendepositokan. "Kalau Idris bilang tidak ada uang, itu omong kosong. Uang ada, cek sudah diberikan. Tapi ia beralasan akan meminjam uang koleganya. Ia hanya sekedar memperpanjang pelunasan hingga 18 Juli, agar uang yang didepositokan semakin besar," ujarnya kepada www.tribun-medan.com.
Kinoy ynag disebut sebagai teman Idris mengambil uang itu, terakhir diketahui sebagai pelatih kepala PSMS U-21. "Ya, PSMS U-21 di satu sisi memang model pembinaan yang jadi program pengurus. Tapi di sisi lain itu merupakan proyek semata, karena mekanisme perekrutannya tak jelas. PSMS U-21 lebih besar dimanfaatkan mendulang kepentingan semata dengan mendompleng pada nama besar klub," kata sumber berbeda. (raf/tribun-medan.com)