A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pandai Besi Kuliahkan Anak - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribun Medan

Pandai Besi Kuliahkan Anak

Kamis, 21 Juli 2011 22:36 WIB
Pandai Besi Kuliahkan Anak
TRIBUN PONTIANAK
TRIBUN-MEDAN.com, KETAPANG - Menjadi pandai besi sejak usia 15 tahun ikut orang tua, sudah menjadi pihan hidupnya karena keahlian pandai besi turun termurun dari kakek turun ke Bapak dan sampai  sekarang Ia  mewarisi keahlian orang tua sebagai pandai besi.

"Saya lima bersaudara semuanya bekerja sebagai pandai besi," kata Hairani (48) pandai besi warga Jl Brigjend Katamso RT 21 Kelurahan Sukaharja Kecamatan  Delta Pawan Ketapang
Produk hasil buatan Hairani,  cukup bagus bermutu kualitasnya dan tidak diragukan lagi bagi masyarakat Ketapang.

Berupa alat-alat rumah tangga, sperti pisau dapur, parang pendek, untuk pertanian dan perkebunan seperti sabit, aret parang panjang  serta alat-alat pertukangan seperti pahat, kampak, dan lain- lainnya hasil keringat Hairani sebagai pandai besi.

Itulah pekerjaan Hairani setiap harinya, per hari ia membuat tiga buah arit,  atau  empat  buah parang panjang maupun pendek, dan semua tergantung pesanan dari konsumen. Harga jual produk yang di hasilkan juga berpariasi, seperti parang panjang di jual Hariani Rp. 80 ribu perbuah, dan arit atau sabit Rp 60 ribu perbuah.

"Sementara bahan baku seperti besi dan baja di beli di agen perkilogram Rp 10 ribu, dan  sekarang ini bahan baku naik juga berpengaruh ke penjualan barang yang di prosduksi,"  ungkap Hairani

Meski usahanya tergolong masih kecil, Hairani bisa meraup meraup uang kontan sebesar Rp 350 ribu per hari, anka itu termasuk modal pembelian bahan baku dan arang untuk pembakaran.

Dengan keahliannya sebegai pandai besi dan jarang di miliki sembarang orang pekerjaan itu bisa membuat Hariani mencukupi kebutuhan kebutuhan keluarganya sehari-hari. Tidak hanya itu ia juga mampu membiayai keperluan sekolah anak nya sampai keperguruan tinggi.

"Anak  saya sekarang kuliah di Akper Ketapang,  di mana kuliah di sana butuh biaya besar dan Alhamdulillah  saat ini saya masih mampu   ujar Hairani bersyukur. Karena produk Hairani  mutunya sangat baik dan sudah dikenal masyarakat tak heran pesanan mengalir setiap harinya tanpa putus.

"Sekarang ini ribuan buah pesanan dari perkebunan sawit,  tetapi saya kewalahan dalam menyanggupi karena terbentur modal," ungkapnya.

Tinginya permintaan pasar akan hasil kerja buah tangannya, menyebakan pria anak tunggal itu kwalahan  melayani permintaan pelanggannya. Apalagi selama ini sekalipun belum ada bantuan pihak terkait terhadap usaha tradisionalnya. (pionerson)
Editor: Sofyan Akbar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
15910 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas