• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Medan

10 Distributor Kembang Api, Hanya Miliki Izin Merk Tertentu

Senin, 8 Agustus 2011 08:54 WIB
Laporan wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
10 distributor atau penyalur yang telah mengantongi izin peredaran kembang api di Sumatera Utara yang pernah disampaikan Humas Polda Sumut, ternyata tak menjual semua merek kembang api.

Seperti PT Khento Makmur Sejahtera, dengan merk kembang api 'V 88' atau Viktori 88. PT Mickistep Cahaya Charisma, merk kembang apinya HSK Firework, PT Puja Abadi Lestari merk Galaxy, PT Panca Buana Global Kharisma merk Sun Firework, PT Sunway Kreasi Bestindo merk Golden Eagle, CV Toyindo Perkasa Top merk TOP 167. PT Rycynto Makmur merk Lantern, PT Gunflak Indonesia merk Flower Basket dan G-89. PT Galaxi Raya dengan merk Power Rangers dan PT Kencana Agung Dinamika bermerk Vulcan.

Demikian tertulis dikertas, sesuai izin peredaran kembang api di Sumut yang disampaikan Humas Polda Sumut kepada wartawan.Direktur Intelkam Polda Sumut Kombes Jannes Sinurat, mengklarifikasi pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan, kembang api berizin dengan ukuran 2 Inchi sampai 8 Inchi.

"Sampai saat ini yang ada sama kita izinnya yang 2 inchi kebawa," kata Sinurat saat ditemui tribun-medan.com beberapa waktu lalu diruang kerjanya.

"Kalau di undang-undangnya memang. Yang diizinkan itu ukuran 2 sampai 8 inchi. Biasanya kalau diatas 2 inchi harus ada pemberitahuan dan itu digunakan pada acara-acara tertentu saja," ujar Sinurat menambahkan.

Namun, Sinurat tak berkenan menyampaikan alamat lengkap kesepuluh distributor yang memiliki izin tersebut."Yang pasti semuanya berada di Medan. Kalau nama jalannya kan bisa dicari," ujar Sinurat, sembari menyebutkan tahun lalu ada 13 distributor.

Sinurat mengatakan, jika masyarakat menemukan distributor selain kesepuluh nama itu, pihaknya bersedia menerima informasi itu untuk ditindaklanjuti."Kalau ada distributor yang tidak memiliki izin pasti akan ditindak," kata Sinurat.

Sinurat mengatakan, walau telah memiliki izin kesepuluh distributor itu tetap dalam pengawasan pihaknya."Pengawasan yang dilakukan ketika pembersihan gudang. Mengecek barang-barang yang masuk dan pengecekan surat-surat," ujarnya, sembari mengatakan izin distributor itu berlaku selama setahun.

Menurutnya perbedaan kembang api dan petasan adalah dari sisi tabung dan cara penggunaannya."Kalau kembang api pakai tabung, jadi walau menimbulkan suara, tapi meledaknya diatas. Sedangkan petasan biasanya dibakar kemudian dilemparkan lantas meledak," terang Sinurat, menambahkan "Kalau kembang api tingkat bahayanya kecil, karena pakai tabung. Sedangkan petasan tingkat bahayanya sangat tinggi dan meresahkan," ujarnya lagi.

Menurutnya, kembang api diatas 2 inchi jika digunakan harus terlebih dulu meminta izin pada pihaknya. Dan biasanya itu digunakan saat acara-acara tertentu, seperti perayaan Imlek, Tahun Baru dan sebagainya.(fer/tribun-medan.com)
Penulis: Feriansyah
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18562 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas