Menantu Enggan Sentuh Jenazah Korban
Buka Pintu untuk Perampok
Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga mengatakan tim penyidik menemukan sejumlah indikasi keterlibatan menantu korban
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga mengatakan tim penyidik menemukan sejumlah indikasi keterlibatan menantu korban dalam kasus pembunuhan Khairul Luthfi (78) di rumahnya, Jalan Selamat No 81 A.
Antara lain engsel pintu rumah terlihat sengaja dibuka menantu korban, bernama Imus. Bukan dibongkar paksa oleh perampok, yang juga rekan korban yang jadi eksekutor.
''Setelah menemukan kejanggalan itu, maka kita periksa saksi-saksi mata yang melihat ada dua orang asing yang masuk ke rumah korban,'' katanya saat dihubungi Tribun, Jumat (2/9) sore.
Khairul tinggal bersama putrinya Dian dan menantunya di rumah kontrakan Jalan Selamat No 81 A.
Tagam mengatakan setelah itulah pihaknya memeriksa intensif, Imus, yang pada saat kejadian itu bermalam di rumah kakak iparnya di Jalan Selamat Pulau No 47 C, yang berjarak 500 meter saja dari rumah korban.
''Akhirnya Imus mengaku merencanakan perampokan mertuanya yang berujung kematian Khairul. Semula rencananya hanya merampok uang mertuanya, bukan membunuh. Tapi korban melawan hingga dibunuh dua rekan Imus,'' ujar dia.
Tagam menyebut tersangka kesal kepada mertua yang tidak mau memberinya uang. Sehingga Imus terpaksa meminjam pada orang lain.
''Imus lalu meminta dua rekan merampok Khairul. Keduanya masih diburu,'' katanya.
Ia menyebut istri tersangka, Dian meminta cerai dari suaminya, setelah mengaku terlibat pembunuhan Khairul.
''Istri tersangka syok, makanya menyebut akan menceraikan suaminya,'' katanya.
Warga sekitar Jalan Selamat, Simpang Limun, Medan, juga menemukan kelainan sikap Imus saat mendapati mertuanya tewas mengenaskan di rumah yang mereka tempati.(fer)
Selengkapnya Baca edisi cetak halaman 1 hari ini.