Medan Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang
Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kota Medan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda Kota Medan, Rabu (7/9) sore. Akibatnya, sekitar dua puluh pohon dan lebih kurang tiga tiang listrik dilaporkan tumbang di sepanjang jalan Brigjend Katamso Medan. Pohon yang berfungsi sebagai peneduh di tengah jalan ini bahkan terangkat ke aspal bersama dengan tanah dan akarnya. Salah satu tiang listrik yang tumbang bahkan menghantam bagian depan mobil yang sedang berjalan di perumahan karyawan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Selain membuat sebuah mobil merek Terios itu ringsek, puluhan pohon yang tumbang juga menghancurkan bagian atas belasan ruko dan rumah warga yang terletak di sepanjang Jalan Brigjend Katamso.
Nursamsiah br Damanik, si pemilik mobil bernomor polisi BK 1504 HB ini mengaku tak menyangka hujan deras dan angin kencang sore itu akan mengakibatkan sebuah tiang listrik tumbang tepat di depan matanya. Awalnya ia mengaku sedang berada di mobil yang dikemudikan oleh putranya di komplek perumahan. Ketika anginnya berhembus kencang sekitar 3 menit, sebuah pohon langsung tumbang tepat di depan mobilnya. Menghindari pohon tumbang lainnya, ia menyuruh putranya untuk segera memundurkan mobil. Namun naas, belum sempat melaju mundur, sebuah tiang listrik patah dan ambruk tepat di kaca mobil depannya.
“Untung sempat dimundurkan dikit. Tangan anak laki-laki saya tergores aja kok,” ujarnya kepada Tribun. Ia memang berencana kembali ke kantornya yang tepat berada di seberang perumahan tersebut, yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Wanita berumur 47 tahun ini lalu berbincang dengan Walikota Medan, Rahudman Harahap yang memang langsung meninjau lokasi kejadian. Atas permintaan Rahudman, Nursamsiah lalu didata petugas kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kejadian dan data-data mobil Terios keluaran tahun 2010 miliknya yang untungnya masih diasuransikan.
“Saya berharap walaupun ini kecelakaan murni, tapi ada lah yang bertanggungjawab,” ujarnya mengakhiri wawancara.
Dari pantauan Tribun di lokasi kejadian, puluhan polisi yang datang mengamankan lalu lintas juga terlihat kewalahan mengatur kendaraan yang terpaksa dibelokkan ke arah komplek AURI Polonia Medan. Satu jalur sebelah kanan yang lumpuh total dipaksa pindah ke sebelah kiri, khususnya bagi penumpang yang datang dari arah Jalan Juanda Medan. Keadaan bertambah parah karena pengemudi yang sebelumnya datang dari arah Jalan SM Raja Medan, memutar ke arah Brigjen Katamso untuk menghindari banjir yang memang menggenangi hampir seluruh Jalan SM Raja. Namun dengan bantuan petugas kepolisian yang dibantu pihak dinas perhubungan Medan, keadaan dapat teratasi walaupun kendaraan hanya bisa berjalan perlahan.
Rahudman Harahap yang terjun ke lokasi bersama dengan Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri dan Camat Medan Maimun, Said Raja serta puluhan Satpol PP lalu bergegas mengamankan lokasi. Beberapa mobil truk pengangkut batang pohon dan juga traktor kecil juga disiapkan Dinas Pertamanan Kota Medan untuk membantu evakuasi. Pohon-pohon yang tumbang lalu dipotong dengan gergaji mesin oleh beberapa pekerja, lalu potongannya diangkat beramai-ramai oleh satpol PP dan juga dibantu masyarakat sekitar. Pemotongan batang pohon sempat terhenti sebentar karena alat gerjaji yang digunakan kehabisan bensin.
"Yang pertama kita prioritaskan adalah supaya jalan aman dulu. Kayu-kayu dipotong lah dulu. Lalu kita koordinasi dengan PLN agar semua tiang listrik yang ambruk diperbaiki. Rumah yang tertimpa juga diinventarisir dulu,” ujar Rahudman.
Camat Medan Maimun, Said Raja juga belum memastikan berapa total kerugian yang diderita akibat kejadian ini. Namun ia memastikan pihak pemerintah akan segera menginventarisirnya.
“Banyak memang yang rusak. Tapi saat ini belum bisa saya pastikan berapa jumlahnya,” katanya.
Selain di pinggir jalan Brigjend Katamso, kondisi parah juga dialami beberapa warga di Gang Jawa, jalan menuju komplek AURI. Evi, salah seorang ibu rumah tangga, memperlihatkan sebagian seng rumahnya yang terbang terbawa angin kencang.
“Hujan belum begitu deras. Saya lagi nyuci. Tiba-tiba hujan langsung disertai angin kencang. Baru kali ini pertama kejadian. Seng saya sebagian terbang ke sungai,” keluh perempuan yang sudah tinggal di rumah itu sejak tahun 1972. (ers/www.tribun-medan.com)