Jumat, 28 Agustus 2015
Home » Sumut

KA Medan-Kualanamu Empat kali Sejam

Kamis, 13 Oktober 2011 23:57

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kereta api khusus dari Stasiun Besar Medan menuju ke Bandara Kualanamu akan beroperasi empat kali dalam satu jam. Bahkan calon penumpang dapat langsung check in dari stasiun kereta api untuk tujuan penerbangan ke mana pun atau disebut fasilitas "City Check in".

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PT Kereta Api Divre I Sumut, Irwan kepada Tribun, Kamis (13/10). "Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara kualanamu itu nantinya akan ada 48 jadwal keberangkatan per harinya, dan perjalanan hanya membutuhkan waktu 15 menit," ujarnya.

Irwan menerangkan, untuk membangun pelayanan seperti itu, dua hal yang akan dibangun. Pertama adalah pembangunan rel kereta api sepanjang kurang lebih lima kilometer dari Stasiun Araskabu, Batangkuis, Deliserdang menuju ke Bandara Kualanamu. "Pembangunan rel kereta api ini saat ini sudah memasuk tahap tender, kita sudah mengumumkan tendernya, target kita pembangunan dimulai akhir 2011 dan akan selesai akhir tahun 2012," ungkapnya.

Yang kedua adalah pembangunan sarana fisik di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Yakni untuk mendukung fasilitas "City Check in" yang akan berada di lantai dua, tiga dan empat Stasiun Besar KA. Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun kedua fasilitas itu lebih dari Rp 80 miliar.

Kereta api yang akan digunakan jenisnya adalah Kereta Api Diesel (KRD). Serta dengan tarif tiket yang tergolong murah. Diperkirakan sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

Namun Irwan belum bisa menjelaskan secara teknis apakah jadwal keberangkatan kereta api lainnya akan mengalami perubahan akibat rute baru ini dan kereta api jurusan mana yang akan dipakai untuk tujuan Medan-Kualanamu.
"Yang pasti kita optimis ini akan selesai tepat waktu," jelasnya.

Ditempat Terpisah, Pimpinan Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito menjelaskan bahwa pembangunan Bandara Kualanamu sudah selesai 85 persen. Sektor yang ditanggungjawabi oleh Joko adalah Sektor Private. Yakni terminal penumpang, terminal cargo, jalan yang ada di dalam bandara, dan penampungan BBM.

Halaman123
Penulis: Arifin Al Alamudi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas