A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

KA Medan-Kualanamu Empat kali Sejam - Tribun Medan
Sabtu, 29 November 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

KA Medan-Kualanamu Empat kali Sejam

Kamis, 13 Oktober 2011 23:57 WIB

Laporan Reporter Tribun Medan / Arifin Al Alamudi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Kereta api khusus dari Stasiun Besar Medan menuju ke Bandara Kualanamu akan beroperasi empat kali dalam satu jam. Bahkan calon penumpang dapat langsung check in dari stasiun kereta api untuk tujuan penerbangan ke mana pun atau disebut fasilitas "City Check in".

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PT Kereta Api Divre I Sumut, Irwan kepada Tribun, Kamis (13/10). "Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara kualanamu itu nantinya akan ada 48 jadwal keberangkatan per harinya, dan perjalanan hanya membutuhkan waktu 15 menit," ujarnya.

Irwan menerangkan, untuk membangun pelayanan seperti itu, dua hal yang akan dibangun. Pertama adalah pembangunan rel kereta api sepanjang kurang lebih lima kilometer dari Stasiun Araskabu, Batangkuis, Deliserdang menuju ke Bandara Kualanamu. "Pembangunan rel kereta api ini saat ini sudah memasuk tahap tender, kita sudah mengumumkan tendernya, target kita pembangunan dimulai akhir 2011 dan akan selesai akhir tahun 2012," ungkapnya.

Yang kedua adalah pembangunan sarana fisik di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Yakni untuk mendukung fasilitas "City Check in" yang akan berada di lantai dua, tiga dan empat Stasiun Besar KA. Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun kedua fasilitas itu lebih dari Rp 80 miliar.

Kereta api yang akan digunakan jenisnya adalah Kereta Api Diesel (KRD). Serta dengan tarif tiket yang tergolong murah. Diperkirakan sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

Namun Irwan belum bisa menjelaskan secara teknis apakah jadwal keberangkatan kereta api lainnya akan mengalami perubahan akibat rute baru ini dan kereta api jurusan mana yang akan dipakai untuk tujuan Medan-Kualanamu.
"Yang pasti kita optimis ini akan selesai tepat waktu," jelasnya.

Ditempat Terpisah, Pimpinan Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito menjelaskan bahwa pembangunan Bandara Kualanamu sudah selesai 85 persen. Sektor yang ditanggungjawabi oleh Joko adalah Sektor Private. Yakni terminal penumpang, terminal cargo, jalan yang ada di dalam bandara, dan penampungan BBM.

"Kalau sektor private yang kita tanggungjawabi tahap pembangunan sudah selesai 65 persen, kalau sektor lain bukan tanggungjawab kitan" ujar Joko yang dihubungi via selular, Kamis (13/10).

Menurutnya, semua bangunan terminal penumpang, terminal cargo, dan jalan di dalam bandara sudah selesai. "Saat ini hal yang akan dilakukan PT Angkasa Pura II hanya tinggal membeli peralatan dan interior semua bangunan itu," ujarnya.

Joko optimis, diakhir tahun 2012 seluruh sektor private tersebut sudah selesai. Hanya tinggal menunggu sektor lainnya selesai agar Bandara Kualanamu dapat segera dioperasikan.

Namun saat ditanya mengenai sektor publik yang melingkupi runway, navigasi udara, apron, taxiway, dan lain sebagainya, Joko mengaku tak tahu menahu. "Kalau untuk runway itu langsung ditangani menteri perhubungan, untuk jalan tol itu Bappeda, rela kereta api itu langsung ditangani oleh PT KAI, jadi kita hanya menangani sektor private saja," jelasnya.

Kepala Bappeda Deliserdang, Irman yang juga membantu Bappeda Sumut untuk pembangunan tol menuju Bandara Kualanamu mengatakan masih ada kendala terkait pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Yakni terkait pembebasan lahan.

"Kita dilematis soal pembebasan lahan ini, itu kan sebenarnya bukan tanah masyarakat, tapi tanah yang sudah digarap puluhan tahun oleh masyarakat, jadi berdasarkan peraturan itu tidak boleh ganti rugi, kalau kita lakukan bisa kena pidana korupsi," ungkapnya.

Pihak Pemkab Deliserdang pun mengupayakan agar memberi uang tali asih kepada warga untuk mengganti uang pindah. "Tapi mereka nggak mau, mereka mintanya ganti rugi tanah, padahal nggak punya alas hak," jelas Irman saat menyabangi Tribun dalam acara diskusi politik yang berlangsung di Kantor Tribun Medan, Kamis (13/10).

Hingga saat ini pihaknya masih mencari cara untuk pembebasan lahan tersebut sebelum tahun 2011 berakhir. Agar pelaksanaan pembangunan jalan bebas hambatan dapat terlaksana sesuai jadwal. (Rif/tribun-medan.com)
Penulis: Arifin Al Alamudi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas