A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

"10 Tahun Hidupku sebagai Budak Seks" - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Medan

"10 Tahun Hidupku sebagai Budak Seks"

Jumat, 14 Oktober 2011 14:27 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, -  Masih ingat kisah Tanya Kach dari Pittsburgh, AS? Kach pada 1996, saat berusia 14 tahun, lenyap dari rumah orangtuanya. Ia hilang selama 10 tahun. Remaja itu menghabiskan satu dekade hidupnya terpenjara di kamar tidur lantai dua rumah Thomas Hose, petugas keamanan di SMA gadis itu.

Seiring berjalannya waktu, penculik Kach mengizinkan sejumlah kebebasan terbatas. Meskipun terlalu takut dan 'dicuci otak' untuk melarikan diri, Kach akhirnya mengaku kepada seorang pemilik toko tentang apa yang terjadi. Penyingkapan rahasia sensasional itu berujung dengan kedatangan polisi untuk menyelamatkan gadis yang telah mereka cari selama satu dekade.

Sekarang, sebagai seorang perempuan dewasa, Kach berbicara untuk pertama kalinya tentang penderitaannya yang mengerikan itu. Dalam sebuah wawancara untuk memublikasikan buku barunya, Kach mengatakan, ia sudah menjadi remaja bermasalah pada saat penculikan itu terjadi. Orangtuanya berpisah. Dalam menghadapi persoalan-persoalannya, remaja itu memercayai Hose. Mereka bertemu di bawah tangga di sekolah. Kach mengatakan, ia percaya dirinya mulai menjalin sebuah hubungan dengan Hose, yang 25 tahun lebih tua dari dirinya.

Kepada KDKA-TV, ia mengatakan, "Ibu saya tidak ada dalam hidup saya pada saat itu. Ayah saya bahkan benar-benar lupa bahwa ia punya seorang putri dan kami tinggal di bawah atap yang sama, dan saya bergaul dengan orang yang salah."

Kach ingat, "Dia (Hose) seorang petugas keamanan, memakai seragam dan lencana. (Dia) seseorang yang Anda percaya, dan dia berteman dengan saya." Kach lari dari rumah orangtuanya. Pergi ke rumah Hose. Di situ, Hose tinggal bersama orangtuanya dan seorang putranya. Anehnya, orangtua Hose mengatakan, mereka tidak pernah tahu tentang keberadaan remaja itu yang menghabiskan 10 tahun bersembunyi di kamar tidur lantai dua rumah mereka.

Kepada CBS NEWS Kach mengatakan, hidupnya yang terbatas di kamar tidur Hose selama  24 jam sehari 'benar-benar mengerikan." Dia hanya diizinkan turun ke lantai bawah buat mandi sekali seminggu. Remaja labil itu dipaksa untuk menggunakan ember sebagai toilet. "Dia menaruh sebuah ember di sana, dan berkata,  'Itu kamar mandimu'," kata Kach. "Saya begitu dicuci otak. Tentu saja saya merasa terhina sekarang."

Dalam bukunya yang segera terbit, Kach menggambarkan rutinitasnya. "Seringkali saya makan selai kacang dan sandwich berlapis jelly dengan sebuah pisang dan sekaleng pop soda Faygo. Kadang-kadang Tom Hose membawa sisa makan malamnya buat saya. Sekitar dua kali seminggu di tengah malam dia membawa saya ke ruang bawah tanah yang dingin, yang berlantai beton, untuk mandi. Saya merasa baik-baik saja pada awalnya. Saya pikir saya sedang jatuh cinta dan merasa pengorbanan saya merupakan bagian dari cinta saya buat Tom Hose."

Ia mengatakan, waktu tersulit adalah saat-saat liburan. Dia menghabiskan empat kali malam Natal di dalam sebuah lemari di lantai dua rumah keluarga Hose. "Itu membuat saya sedih," katanya. "Saya memikirkan keluarga saya, bertanya-tanya apakah mereka memikirkan saya."

Kach juga dipaksa untuk mengubah warna rambutnya. Namanya pun jadi Nikki. Setelah beberapa lama, Hose mengizinkan gadis itu pergi di teras belakang rumah ketika Hose bersiap-siap untuk kerja. Dia mengatakan, dirinya terlalu takut untuk kabur karena Hose mengancam akan mencari dan membunuhnya. "Dia hanya perlu menunjuk. Saya seperti seekor anjing," katanya. "Saya melakukan apa yang majikan saya katakan kepada saya. Saya pun masuk ke lemari."

Hose memberi kebebasan terbatas kepada Kach. Ia beberapa saat boleh pergi keluar. Dia lalu berteman dengan pemilik toko terdekat di kawasan rumah Hose dan satu hari menceritakan rahasianya bahwa namanya Tanya dan dia adalah gadis yang telah dicari polisi selama bertahun-tahun.

Thomas Hose, sekarang 53 tahun, dijatuhi hukuman penjara 15 tahun setelah mengaku bersalah melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur dan membahayakan hidup seorang anak. Dia memenuhi syarat pembebasan bersyarat pada Februari 2012. Kach berkata, "Dia seorang monster. Tidak ada kata-kata untuk menjelaskan dia."

Sambil menulis autobiografinya, 'The Tanya Nicole Kach story. Memoir of a Milk Carton Kid', Kach belajar untuk menjadi agen real estat.

Sejak penyekapannya berakhir, dia berjuang untuk mereformasi hubungan keluarganya. Mantan sandera itu mengklaim bahwa ayahnya tidak yakin akan kisahnya. Daily Mail melaporkan, ketika tampil pada acara bincang-bincang pada awal pekan ini, Kach mengatakan, ia telah memutus hubungan dengan ayahnya dua tahun lalu karena "dia tidak membutuhkan sesuatu yang negatif'.

Namun Jerry Kach membalas dengan mengatakan, ia merasa dijadikan seperti setan oleh buku putrinya yang terasing itu, lapor Pittsburgh Tribune Review. Jerry Kach mengatakan, "Jika Anda ingin pergi keluar dan menceritakan kisah Anda, pergi ke TV sampah dan Anda punya 15 menit, silakan. Tapi jangan menyeret saya dan menodai nama baik saya. Saya mencintai putri saya. Tapi kata-kata terakhir kepada saya adalah "Have a nice life, Jerry. Kata-kata itu benar-benar menyakitkan."
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
30753 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas