Selasa, 4 Agustus 2015

"10 Tahun Hidupku sebagai Budak Seks"

Jumat, 14 Oktober 2011 14:27

Seiring berjalannya waktu, penculik Kach mengizinkan sejumlah kebebasan terbatas. Meskipun terlalu takut dan 'dicuci otak' untuk melarikan diri, Kach akhirnya mengaku kepada seorang pemilik toko tentang apa yang terjadi. Penyingkapan rahasia sensasional itu berujung dengan kedatangan polisi untuk menyelamatkan gadis yang telah mereka cari selama satu dekade.

Sekarang, sebagai seorang perempuan dewasa, Kach berbicara untuk pertama kalinya tentang penderitaannya yang mengerikan itu. Dalam sebuah wawancara untuk memublikasikan buku barunya, Kach mengatakan, ia sudah menjadi remaja bermasalah pada saat penculikan itu terjadi. Orangtuanya berpisah. Dalam menghadapi persoalan-persoalannya, remaja itu memercayai Hose. Mereka bertemu di bawah tangga di sekolah. Kach mengatakan, ia percaya dirinya mulai menjalin sebuah hubungan dengan Hose, yang 25 tahun lebih tua dari dirinya.

Kepada KDKA-TV, ia mengatakan, "Ibu saya tidak ada dalam hidup saya pada saat itu. Ayah saya bahkan benar-benar lupa bahwa ia punya seorang putri dan kami tinggal di bawah atap yang sama, dan saya bergaul dengan orang yang salah."

Kach ingat, "Dia (Hose) seorang petugas keamanan, memakai seragam dan lencana. (Dia) seseorang yang Anda percaya, dan dia berteman dengan saya." Kach lari dari rumah orangtuanya. Pergi ke rumah Hose. Di situ, Hose tinggal bersama orangtuanya dan seorang putranya. Anehnya, orangtua Hose mengatakan, mereka tidak pernah tahu tentang keberadaan remaja itu yang menghabiskan 10 tahun bersembunyi di kamar tidur lantai dua rumah mereka.

Kepada CBS NEWS Kach mengatakan, hidupnya yang terbatas di kamar tidur Hose selama  24 jam sehari 'benar-benar mengerikan." Dia hanya diizinkan turun ke lantai bawah buat mandi sekali seminggu. Remaja labil itu dipaksa untuk menggunakan ember sebagai toilet. "Dia menaruh sebuah ember di sana, dan berkata,  'Itu kamar mandimu'," kata Kach. "Saya begitu dicuci otak. Tentu saja saya merasa terhina sekarang."

Dalam bukunya yang segera terbit, Kach menggambarkan rutinitasnya. "Seringkali saya makan selai kacang dan sandwich berlapis jelly dengan sebuah pisang dan sekaleng pop soda Faygo. Kadang-kadang Tom Hose membawa sisa makan malamnya buat saya. Sekitar dua kali seminggu di tengah malam dia membawa saya ke ruang bawah tanah yang dingin, yang berlantai beton, untuk mandi. Saya merasa baik-baik saja pada awalnya. Saya pikir saya sedang jatuh cinta dan merasa pengorbanan saya merupakan bagian dari cinta saya buat Tom Hose."

Ia mengatakan, waktu tersulit adalah saat-saat liburan. Dia menghabiskan empat kali malam Natal di dalam sebuah lemari di lantai dua rumah keluarga Hose. "Itu membuat saya sedih," katanya. "Saya memikirkan keluarga saya, bertanya-tanya apakah mereka memikirkan saya."

Halaman12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas