Rumah Tua Dibalik Mega Proyek Kualanamu
Megahnya Proyek Pembangunan Bandara Kualanamu memang sangat membanggakan nantinya untuk Provinsi Sumatera Utara
Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Megahnya Proyek Pembangunan Bandara Kualanamu memang sangat membanggakan nantinya untuk Provinsi Sumatera Utara. Namun masih ada disekitar mega proyek itu terlihat bangunan apa adanya dengan dinding yang sudah rapuh didekat tanaman jagung. Hal ini terlihat seperti suatu negara masih dijajah dan belum merdeka.
Tiada yang menduga, didalam mega proyek tersebut disulap menjadi Bandara Internasional Kualanamu masih ada penghuninya tak lain adalah bapak tua bernama Sujono (63) dan keluarga.
Ia adalah salah satu penduduk Desa Pasar 6 Kualanamu Kecamatan Beringin yang masih bertahan diarea Mega Proyek Bandara dan diperkirakan menelan anggaran Triliunan rupiah.
Ketika malam tiba hanya sinar rembulan menerangi rumah pria berusia 65 tahun ini, dengan dibarengi beberapa lampu teplok sebagai penerang tambahan layaknya negeri yang terjajah.
Terkadang melintaslah kunang-kunang didepan mata menemani kegelapan rumah seorang lelaki tua yang akrab dipanggil Kopral Jono. Namun saat melihat keseberang rumah gubuk milik Kopral Jono, silauan mata memandang akan cerahnya sinar lampu Bandara International Kualanamu yang katanya akan segera selesai pada 2012 mendatang.
Sedih memang, namun itulah yang dirasakan Crew www.tribun-medan.com saat menyambangi kediaman Kopral Jono dan keluarga.
Kedatangan itu memang sangat menggembirakan baginya, bagaimana tidak semenjak dijalankannya proyek ini sekitar tahun 1997, hanya kesunyian dan kunang-kunang menemani gelapnya malam yang ia rasakan setiap harinya. Walaupun ada satu tetangga lagi namun posisinya sudah jauh untuk diajak bercengkrama.
"Dulu didesa ini ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK), sekarang hanya tinggal 37 KK saja, kalau untuk yang paling ujung kami saja dua rumah ini"ujar Kopral Jono sambil menunjuk satu lagi kerumah tetangganya yang lumayan jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki.
Kali pertama hendak memijakkan kaki dikediaman Kopral Jono, harus melewati mega proyek yang nantinya disulap menjadi Bandara Internasional dimana akan dipadati beribu manusia dari segala penjuru.
Sepanjang jalan menuju rumah Kopral Jono, hanya keindahan jalanlah yang bisa kita nikmati. Dengan ruas jalan yang berbelok-belok mengikuti petunjuk arah yang sudah dibuat untuk melengkapi keindahan jalan di mega proyek yang akan membawa nama Sumatera Utara kepintu kejayaan.
Namun, mendekati rumah tua yang hanya diselimuti kayu, harus melewati medan terjal dan jalan berbukit yang harus ditempuh.
"Saya ini kelahiran disini,kalau mau memindahkan kami yang sesuai la, permintaan kami itu hanya rumah diganti rumah tanah diganti tanah. Hanya relokasi yang diinginkan jadi bukan kami gila duit"kata Kopral Jono dengan muka penuh harapan. (dra/tribun-medan.com)