Jumat, 22 Mei 2015
Home » Sumut

Otorita Akan Jadikan Danau Toba Lebih Baik dari Bali

Jumat, 11 November 2011 00:28

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak masa penjajahan, masa orde lama, orde baru, bahkan hingga saat ini banyak hal yang telah berubah lebih baik. Namun, mahkota terindah yang dimiliki Sumatera Utara, Danau Toba, tak pernah berubah. Bahkan menjadi lebih buruk.

Dikelilingi oleh tujuh kabupaten, Simalungun, Karo, Tobasa, Samosir, Dairi, Humbanghansundutan, dan Tapanuli Utara. Namun  ketujuhnya tak pernah bersinergi dalam menjaga kelestarian Danau Toba. Lebih jauh lagi, bahkan Pemerintah Provinsi  Sumut yang juga dikenai tanggungjawab untuk melestarikan Mahkota Sumut ini juga tak bisa berbuat banyak.

Otorita, itulah jawabannya. Otorita terhadap Danau Toba akan membuatnya menjadi lebih baik. Bahkan bisa menjadi kawasan wisata yang lebih indah dibanding Bali.

Hal ini diungkapkan oleh Efendy Naibaho selaku Ketua Forum Peduli Danau Toba (FPDT) pada Diskusi Bersama Tribun, Kamis (10/11) di Kantor Tribun Medan.

Untung mendapatkan otorita tersebut, artinya Undang-undang khusus yang mengatur pengelolaan harus dibuat dan disahkan. "Danau Toba ini dimiliki oleh tujuh kabupaten dan Pemprov Sumut sehingga kiranya perlu Undang-undang yang mengaturnya," ujar Efendy Naibaho.

Mengapa harus Undang-undang? Padahal sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang penataan kawasan Danau Toba. "Intervensi Undang-undang lebih kuat," ujarnya.

Menurutnya, mulai dari intervensi soal dana yang kuat, UU juga akan membuat penataan Danau Toba akan lebih profesional karena dikelola oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, daerah-daerah yang berada di sekelilingnya juga tidak bisa sembarangan lagi membuang limbah.

Halaman123
Penulis: Arifin Al Alamudi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas