Buku Harus Jadi Pacar Pertama
Buku harus bisa menjadi pacar pertama para siswa di sekolahan. Bahkan siswa mesti mampu menyertakan buku kemanapun pergi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Buku harus bisa menjadi pacar pertama para siswa di sekolahan. Bahkan siswa mesti mampu menyertakan buku kemanapun pergi, baik tidur, makan, istirahat dan segala kegiatan harus menyertakan buku, sebab banyak sekali manfaat diperoleh dari buku.
Demikian disampaikan Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho saat menghadiri acara Pencanangan Sejuta Buku Untuk Anak Bangsa di Perpustakaan Daerah, Selasa (6/12). Mendengarkan pernyataan itu langsung mendapatkan respon teriakan dari para siswa SMP yang hadir di kegiatan itu. Bahkan ketika Gatot memastikan pernyataan itu, siswa dengan lantang mengatakan setuju dan tidak keberatan.
"Banyak yang akan didapatkan saat menjadikan buku sebagai pacar pertama, ilmu sudah pasti, kemudian pintar akan ikut serta didalamnya. Para siswa yang menjadikan buku pacarnya bisa hebat dan pandai nantinya,"kata Gatot.
Dengan begitu para siswa akan terbentuk karakter-karater generasi penerus, pengetahuan akan bertambah, kemudian budi pekerti juga bisa terus meningkat setiap waktunya. Gatot juga mengingatkan agar launcing ini tidak berhenti disini dan harus bisa terus berjalan guna perubahan cara pikir dan sudut pandang seseorang dalam berfikir terutama siswa.
Sebab situasi menunjukkan kini para siswa lebih senang menonton televisi dari pada membaca buku. Acara televisi yang ditonton umumnya tidak bisa menjadi contoh dalam diri siswa. Menurut Gatot program televisi hanya sebatas tontonan bukan tuntunan. Kemudian dikhawatirkan siswa-siswa Indonesia khususnya Sumatera Utara akan kehilangan indahnya memiliki mimpi menuju perubahan semakin baik.
"Mimpi saja tidak ada bagaimana coba, jadinya siswa tidak memiliki tujuan atau gol yang akan dicapai. Ayo dukung kembali manfaat buku dan peranan buku dilingkungan anak-anak dan siswa sekolah. Nah nantinya buku menjadi semangat bagi adik-adik pelajar, mereka juga membutuhkan inspirator untuk membangun bangsa kita. Buku adalah jendela dunia, "ucap Gatot.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia, Sofyan Tan mengatakan program ini merupakan inspirasi saat dirinya berada di Tanjung Balai. KEtika itu Sofyan bertemu dengan seorang guru SMK yang tidak menyerah mengusahakan buku kepada siswa-siswa yang tidak mampu. Bahkan pria tersebut membuka taman bacaaan kepada anak-anak para pelaut itu. Berdasarkan ide itu Lions Club yang memang peduli terhadap pendidikan sangat mendukung program Sofyan Tan yang dimulai dari 50 ribu buku pertama.
Sofyan menjelaskan buku-buku tersebut nantinya akan disalurkan menuju seluruh daerah terpencil di Sumatera Utara. Karena kondisi masih sangat mengenaskan dan butuh bantuan dari pihak-pihak yang peduli kemajuan pendidikan dikalangan pelajar dan anak-anak. Jenis-jenis buku yang bakal disalurkan lebih dekat dengan minat-minat pembentukan karakter anak-anak. Dengan begitu harapannya, siswa yang kurang mendapat perhatian tersebut bisa menjadi pribadi baru yang mempunyai karakter cerdas, pintas dan memiliki semangat baca yang tinggi.
Sementara itu Ketua Panitia Pencanangan Sejuta Buku Untuk Anak Bangsa, Darno mengatakan program ini adalah hasil kerjasama Lions Club District 307-A2 bersama Ikatan Pustakawan Indonesia guna membasmi kebodohan yang akan membawa dan mengubah dunia dari kemiskinan. Dengan memohon dukungan dari Pemerintahan Sumatera Utara kiranya bisa menguatkan semangat membantu para siswa menumbuhkan minat baca mulai dari diri sendiri.
"Sengaja target adalah kawasan terpencil di Sumut, mereka anak-anak yang sangat butuh perhatian khusus dari kita,"katanya. (rdn/tribun-medan.com)