Dikerjakan Konsorsium Hoegh LNG dan PT Rekayasa Industri
Terminal Gas Belawan Dibangun
Konsorsium Hoegh LNG dan PT Rekayasa Industri akan menggarap proyek pembangunan tempat penampungan gas alam cair terapung
TRIBUN MEDAN.com, JAKARTA - Konsorsium Hoegh LNG dan PT Rekayasa Industri akan menggarap proyek pembangunan tempat penampungan gas alam cair terapung dan fasilitas regasifikasi atau LNG Floating Storage and Regasification Facilities (FSRF) di Belawan, Sumatera Utara.
Proyek milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ini bakal beroperasi pada paruh kedua 2013 mendatang.
Senior Officer External Communication PGAS Yosephine Ina mengaku, pihaknya sudah meneken perjanjian awal (heads of agreement) dengan konsorsium Hoegh LNG-Rekayasa Industri pada 6 Desember 2011 lalu.
"Konsorsium akan menyediakan kapal FSRF untuk jangka 20 tahun termasuk pembangunan mooring system, pipa dan stasiun penerima gas," ujar Yosephine dalam siaran persnya, Jumat (9/12), dikutip dari Kontan.
Kapal FSRF yang tengah dibangun akan mampu mengalirkan gas hasil regasifikasi hingga 240 MMscfd. Selanjutnya, gas tersebut akan dialirkan melalui jaringan pipa bawah laut sepanjang 16 kilometer dan pipa di darat sepanjang 6 kilometer untuk memasok gas ke PLTGU Sicanang, Belawan.
Dengan dibangunnya terminal ini, maka permasalahan kekurangan gas pada sejumlah industri akan terpenuhi. Neski sebenarnya kapasitas gas ini belum mencukupi jika melihat pertumbuhan kebutuhan gas industri.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba pernah menyatakan, setidaknya ada 50-an industri yang akan kolaps jika pasokan gas tidak segera dibenahi. Bahkan, ia mengusulkan agar untuk Sumatera Utara dibentuk task force yang akan menjawab kebutuhan gas, seperti yang pernah dilakukan untuk menjawab kebutuhan listrik industri beberapa waktu sebelumnya.(ew)