• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribun Medan
Home » Sumut

Kepala Bapedda : Kritikan PDI-P Salah Alamat

Selasa, 27 Desember 2011 23:57 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- Kritikan PDI-Perjuangan yang menyatakan Pemprov Sumut lamban mengambilalih PT Inalum dinilai Pemprov Sumut salah alamat.

Demikian tanggapan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Sumut Riadil Akhir, saat dikonfirmasi www.tribun-medan.com terkait kritikan PDI-Perjuangan Sumut yang disampaikan dalam refleksi akhir tahun.

"Salah itu steatmennya. Yang akan mengambilalih PT Inalum itu bukan Pemprov Sumut, tapi Indonesia (Pemerintah Pusat)," kata Riadil membuka pembicaraan melalui selularnya, Selasa (27/12/2011).

Sebelum bicara lebih jahu, Riadil mengajak untuk membedakan mengambilalih PT Inalum dengan mengambilalih saham PT Inalum,

Riadil menjelaskan, melalui SK (surat keputusan), Presiden RI telah membentuk tim perunding yang diketuai Menteri Perindustrian.

"Di dalam SK itu juga diterangkan ada tim teknis. Tim teknis terbagi dua, yakni tim teknis pengambilalihan PT Inalum dan tim teknis pengembangan PT Inalum. Jadi, setelah diambilalih Indonesia, baru dikembangkan mau jadi apa kedepan PT Inalum ini," ujar Riadil menerangkan.

Dijelaskan Riadil saat ini tim sudah mempersiapkan beberapa dokumentasi untuk perundingan yang akan berlangsung awal Oktober 2012 antara Pemerintah RI dengan NAA, Jepang. Namun, kata Riadil, saat perundingan tersebut, Gubernur Sumut, Walikota maupun Bupati yang berada disekitar lokasi tidak ikut dalam perundingan tersebut.

"Di dalam tim teknis terdiri dari Walikota, Bupati dan Gubernur. Namun tidak ikut berunding, yang berunding hanya Pusat. Kita hanya sebagai pendukung, menyiapkan bahan. Seperti kita persiapkan beberapa kajian tentang saham, kemudian tentang pengelolaan sungai Asahan, kajian tentang air danau toba, mempersiapkan nilai buku atau sifatnya kajian pengembangan. Jadi peran kita hanya ngasih data-data aja. Cuma memberikan pokok-pokok pikiran," jabar Riadil lagi.

Menurutnya lagi, semua kajian dan pokok pikiran Pemprov Sumut telah diserahkan pada Pemerintah Pusat.

Terkait program pengembangan jika PT Inalum berhasil diambilalih Indonesia, Pemprov Sumut berencana mengembangkan dari beberapa sisi, untuk memanfaatkan energi listrik 640 MW atau memanfaatkan produksi Aluminium.

"PT Inalum kan memproduksi Ingot (aluminium) kemudian memproduksi  tenaga listrik 640 MW. Jadi, kita mau setelah diambilalih, ada hal-hal yang bisa kita kembangkan dengan memanfaatkan itu," ujarnya.

Ditambahkannya lagi, selama ini hampir 60 persen Ingot (Aluminium) dibawa ke Jepang. "Jadi kalau ini diambilalih, bisa dibuat turunannya disini seperti untuk membuat rangka baja rumah dan banyak lagi yang bisa kita buat," katanya.

Disinggung Pemprov Sumut yang belum ada duduk bersama seperti dikatakan PDI-P maupun sejumlah pihak?

"Duduk bersama yang bagaimana. Kan sudah ada dulu kesepakatan awal LOI dengan PT Toba Lestari. Itu kan sudah duduk bersama namanya. Walaupun LOI-nya sudah habis.  Kemudian Bapedda juga sudah pernah mengundang tingkat dua. Dua kali, kemudian pertemuan di Jakarta," kata Riadil tanpa menjabar lebih rinci.

Ditanya lagi sikap PDI-Perjuangan mengritik tujuan pengambilalihan PT Inalum belum jelas, apakah mengambil listrik atau aluminiumnya?

"Makanya sedang kita kaji. Itu kan ada tiga hal yang utama, Listrik, Semelter (tempat peleburan Aluminium) dan Pelabuhan Kuala Tanjung," katanya mengakhiri. (fer/tribun-medan)
Penulis: Feriansyah
Editor: Wiwi Deriana
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76915 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas