Citizen Reporter
Aliansi Sumut Bersatu Tulis Buku
LIMA tahun sudah Aliansi Sumut Bersatu (ASB) hadir sebagai organisasi masyarakat sipil (LSM) di Sumatera Utara.
Berdiri sejak 2006, ASB fokus melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penerbitan.
Kegelisahan akan pudarnya nilai-nilai untuk mempertahankan dan mempercayai keberagaman di masyarakat Indonesia, menjadi alasan yang mendasari ASB berdiri. Situasi ini juga diperkuat dengan munculnya tindakan-tindakan intoleransi yang cenderung merugikan kaum minoritas di negeri ini, baik minoritas dari segi agama/keyakinan, minoritas suku, minoritas gender dan minoritas orientasi seksual.
Berbagai pengalaman ASB merawat pluralisme, khususnya di Sumut adalah bagian dari narasi sejarah bangsa Indonesia. Sekecil apapun sumbangan yang diberikan ASB, hakikatnya merupakan bagian dari sebuah upaya menyusun narasi besar bernama sejarah Indonesia modern.
Dengan semangat seperti itu, berbagai pengalaman merawat pluralisme yang dilakukan ASB didokumentasikan dalam bentuk buku berjudul, ASB, Lahir untuk Merawat Pluralisme.
Dua staf ASB, saya dan rekan saya Veryanto Sitohang dipercaya lembaga untuk menulis buku ini. Buku ini dikerjakan sejak Januari 2011, proses pengumpulan data dan wawancara.
Data yang dikumpulkan adalah dokumentasi dari semua program ASB yang ada di media cetak dan elektronik serta studi literatur tentang pluralisme. Sedangkan wawancara dilakukan secara mendalam kepada responden.
Adapun responden yang diwawancarai antara lain, anggota ASB, eksekutif ASB, anggota DPRD Pakpak Bharat, aktivis LGBT Medan, pengurus Vihara Amitabha Tanjung Balai, Forum Pembela Budhist Tanjung Balai dan aktivis perempuan Siantar, Simalungun.
Pengumpulan data dan wawancara dilakukan hingga Agustus 2011. Pada bulan tersebut sekaligus menjadi awal penulisan. Total kami membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menulis draf buku dari data yang sudah kami kumpulkan. Setelah draf selesai, masuk tahap editing. Di tahap editing inilah kami melengkapi kekurangan buku, sehingga muatannya lebih baik. Pada 10 Desember 2011, buku ini diluncurkan di Laboratorium Pariwisata USU. Staf Pengajar Fakultas Sastra USU Budi Agustono, dan Komisioner Komnas Perempuan Andi Yetriani hadir sebagai pembahas.
Secara pribadi, saya mendapat banyak pengalaman baru saat menulis buku ini, baik secara intelektual, penggalian isu, maupun pendalaman kasus-kasus intoleransi. Yang paling penting adalah semangat pergerakan yang muncul dari orang-orang muda yang berani menuangkannya dalam sebuah perjuangan lembaga dan sepakat menjadi salah satu organisasi yang merawat pluralisme di bumi Indonesia.
Buku ini terdiri atas enam bagian, yakni: prolog (manifesto dari Aliansi Sumut Bersatu), bagian pertama (menentukan arah perjuangan), bagian kedua (kebijakan yang mengancam keberagaman), bagian ketiga (kasus-kasus intoleransi di Sumatera Utara), bagian keempat (kiprah ASB mendampingi korban intoleransi di Sumatera Utara) dan epilog.
Bagian prolog membahas mengenai: menolak RUU APP sebagai titik awal perjuangan dan UU No 44 tahun 2008, yang merupakan jeratan terhadap keberagaman. Bagian pertama membahas tentang pluralism sebagai agenda perjuangan, tidak sekadar beda suku dan agama, tapi juga normalkah heteroseksual, orientasi seksual dan perilaku seksual serta mengapa saya berjuang.
Bagian kedua membahas surutnya penghormatan terhadap keberagaman, perda pelarangan pelacuran kabupaten Pakpak Bharat, menguatnya intoleransi di Indonesia dan politik identitas yang mempolitisir isu SARA demi kekuasaan.
Bagian ketiga membahas hasil pantauan ASB dari media lokal. Sedangkan bagian keempat membahas tentang komunitas Parmalim sebagai minoritas yang terpinggirkan, stereotype sipelebegu, pargulamo, kaku dan seram, diskriminasi, subordinasi (marjinalisasi), kekerasan, tuntutan penurunan patung Budha Amitabha Vihara Tri Ratna dan Ahmadiyah sebagai keyakinan yang terus terancam.
Buku yang penerbitannya didukung HIVOS ini bisa dimiliki individu atau lembaga yang berminat. Silakan mendatangi sekretariat ASB, Jalan Vanili Raya No 97 A, Perumnas Simalingkar Medan atau menghubungi staf ASB di nomor 08126593680 (Veryanto) atau 0811608045 (Redi).(*)