Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Medan

Kecelakaan Kerja Mencapai Empat Persen

Rabu, 1 Februari 2012 18:18 WIB

Laporan Wartawan Tribun Lampung,Indra S Simanjuntak

TRIBUN-MEDAN.COM,GUNUNG SUGIH
- Sebanyak 20 dari 100 ribu tenaga kerja di Indonesia rentan mengalami kecelakaan kerja. Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berupaya menekan angka tersebut, melalui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Salah satu upaya kita itu dengan mobil K3 ini. Sehingga kita bisa hadir pertama dan cepat ketika terjadi kecelakaan,”kata T Saut P Siahaan, Sekertaris Dirjen Binwasnaker, seusai penyerahan bantuan mobil tanggap darurat K3 dari Kemenakertrans kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Mobil K3 diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan pada tempat kerja. Pasalnya, dampak dari kecelakaan berbuntut pada kerugian negara.

Dari hasil kalkulasi International Labour Organisation (ILO), kerugian akibat kecelakaan kerja di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) mencapai 4 persen dari GDP (Gross Domestic Product) atau produk domestik bruto.

“Itu betul. Mencapai 4 persen dari GDP. Target kita, Tahun 2015 mendatang budaya K3 dapat direalisasikan,” ujarnya, Rabu (1/2/2012).

Mobil K3 juga diharap dapat memproses atau mendeteksi kasus-kasus kecelakaan kerja yang terjadi.

Menurutnya, mobil tanggap darurat juga merupakan upaya pemerintah pusat dalam mempertahankan tenaga kerja. Dari 28 unit mobil yang beroperasi di seluruh Indonesia, Provinsi Lampung mendapat jatah dua unit. Yakni di Povinsi dan di Kabupaten Lampung Tengah.

“Pemerintah terus berupaya menciptakan tempat kerja, salah satunya juga termasuk dengan mengurangi tingkat kecelakaan kerja. Ini kita benahi, karena dengan itu kesempatan bekerja terbuka,”katanya,saat ditanya upaya Kemenakertrans mengatasi angka pengangguran.

Pemberian bantuan mobil K3, terang Saut, ditentukan berdasarkan beberapa kriteria. Salah satunya adalah banyaknya jumlah perusahaan yang berada di Kabupaten/Kota atau Provinsi.

“Di Lampung Tengah banyak perusahaan. Otomatis banyak tenaga kerja juga,” tandasnya.

Bupati A Pairin menjelaskan, jumlah perusahaan yang terdaftar di kabupaten setempat sebanyak 548 perusahaan, yang mampu menyerap 37.596 tenaga kerja. Terdiri dari 28.092 pekerja pria, dan 9.504 pekerja wanita.

Hingga Tahun 2011, terdapat 1.329 pencari kerja yang berebut mengisi 656 lowongan pekerjaan yang tersedia. “Dan sebanyak 341 perusahaan dengan 13.776 tenaga kerja, sudah terdaftar sebagai peserta jamsostek,” ungkap Pairin.


Editor: Wiwi Deriana
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas