A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Olahan Tempe Dikembangkan - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Medan

Olahan Tempe Dikembangkan

Rabu, 1 Februari 2012 19:02 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, SALATIGA - Produk tempe dapat dikembangkan menjadi aneka makanan yang bisa menambah nilai jual tempe.

Selain itu, aneka olahan tempe juga diharapkan meningkatkan citra tempe yang sudah merakyat di seluruh lapisan masyarakat. Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng bekerja sama dengan Pusat Studi Tempe (Pustep) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga untuk menghadirkan inovasi pengolahan tempe.

Direktur Pustep, Lusiawati Dewi, Rabu (1/2/2012) di Kota Salatiga, mengatakan, para perajin tahu-tempe masih banyak yang tidak memenuhi standar higienitas dalam mengolah produknya. Proses fermentasi misalnya, dilakukan dengan tangan atau bahkan kaki. Untuk itu, diperlukan mesin agar pengolahan menjadi higienis.

"Selain itu, bagaimana membuat tempe menjadi tahan lama juga sedang kami kembangkan," kata Lusiawati.

Tempe yang telah dibuat tepung, misalnya, dapat disimpan dalam waktu yang lama, dan dapat digunakan untuk mengolah penganan brownies, serta kue kering. Tempe juga dapat dibuat susu, yang berbeda dengan susu kedelai. Susu dari tempe juga tidak berbau seperti tempe.

Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriyantoro, mengungkapkan, Puskopti masih dalam tahap menyosialisasikan langkah tersebut kepada para perajin. Di Jateng tercatat ada 9.612 perajin tahu-tempe yang menjadi anggota Puskopti, dan membutuhkan bahan baku kedelai hingga 5.000 ton per bulan. 
Editor: Wiwi Deriana
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
83088 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas