PSMS MEDAN ISL
Dua Kelemahan Dibenahi
Usai libur sehari penuh, skuad PSMS Medan kembali melakoni latihan.
Penulis: Randy P.F Hutagaol |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai libur sehari penuh, skuad PSMS Medan kembali melakoni latihan. Berlangsung di Stadion Teladan, Senin (13/2) sore, latihan reguler yang dipimpin caretaker pelatih kepala PSMS Suharto AD, fokus pada materi taktikal. Pemantapan yang merunut pada evaluasi laga kontra PSAP Sigli lalu.
"Saya tidak akan sibuk dulu untuk mengalkulasi kekuatan dan kelemahan lawan berikutnya (Persiram Raja Ampat). Kami harus fokus membenahi dua kelemahan elementer saat melawan PSAP Sigli. Pemantapan harus kami lakukan secara bertahap, internal lalu mengalkulasi plus minus lawan," ujarnya saat berbincang dengan Tribun pralatihan.
Suharto sebelumnya menyebut, dua kelemahan yang menyolok pada besutannya adalah finishing touch yang buruk dan rapuhnya compact defense mechanism (sistem bertahan secara kolektif). Langkah pendekatan Suharto berbeda dibanding Raja Isa bin Raja Akram Shah (RAS), pelatih kepala PSMS sebelumnya. Amatan Tribun, Raja Isa punya kekerapan untuk menyelaraskan materi taktikal dengan kelemahan lawan. Suharto tidak menempuh cara itu. Ia lebih memprioritaskan penguatan karakter dan soliditas internal.
Pada sesi latihan kemarin, Suharto membagi dua skuad PSMS. Para penyerang: Arie Priatna, Choi Dong Soo, Osas Saha, dan Yoseph Niko Ostanika, ditangani Suharto dan pelatih kiper Sugiar. Bersama mereka ikut bergabung Zulkarnain dan Alamsyah Nasution. Keduanya ditempatkan di kedua sisi lapangan, sektor sayap guna mengeksploitasi serangan.
"Penyerang-penyerang kita masih jauh dari maksimal dalam memaksimalkan peluang menjadi gol. Kita butuh penyerang bertipikal pembunuh di area penalti, kita butuh destroyer," ujar Suharto.
Sedangkan kelompok kedua, kuartet bek dan gelandang, berlatih di bawah koordinasi asisten pelatih Roekinoy. Fokus latihan adalah mewantahkan skema defense mechanism. Suharto menganggap kekuatan pertahanan dalam dua laga yang dipimpinnya belum nyetel betul. Imbasnya, miskomunikasi kerap tak terelakkan.
"Pola latihan terfokus ini sangat vital bagi pemain menemukan feel masing-masing. Sehingga kelemahan dapat diperkecil secara signifikan," katanya.(raf)