• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Medan

Guru Ngaji Bawa Kasus Honor ke Polisi

Senin, 20 Februari 2012 00:00 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jambi

TRIBUN-MEDAN.com - M Sayuti MA (26) guru ngaji di Langgar Thoharitul Jannah, di RT 5 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, melaporkan Ketua RT 5 ke pihak polisi. Laporan berkenaan dugaan pemalsuan tanda tangan. Sayuti mendatangi Mapolda Jambi, Senin (20/2) pukul 10.00 WIB.

Menurut Sayuti, ia mengajar mengaji di Langgar Thoharitul Jannah, sejak 2009 lalu. Berdasarkan surat keputusan (SK), ia berhak mendapat tunjangan atau honore dari pemerintah kota Rp 600 ribu setahun. Namun, pada saat pencairan dana tunjangan tersebut, ia tidak bisa mengambil uang  karena sudah ada yang mengambilnya.

"Sesuai dengan peraturan yang ada dari pemda, jika ada murid yang belajar mengaji, saya bisa usulkan kepada pemerintah melalui bagian kesra. Makanya saya usulkan dan akhir Desember 2011 kemarin, uang tunjangannya cair. Tapi, saya tidak bisa mengambilnya, karena ketua RT sudah menandatangani untuk mendapatkan tunjangannya," jelas Sayuti, kemarin. Dia datang didampingi LSM HAM.

Uang yang sudah cair tersebut ternyata tak sampai ke tangan Sayuti dan bahkan diberikan ke orang lain.

Bukan hanya dia sendiri, menurut Sayuti, ada temannya yang juga mengalami nasib sama. Mereka adalah Maryani dan Siti Aisyah. Mereka berdua juga mengajar mengaji di tempat yang sama dengannya.

"Saya digantikan dengan Iran. Dua teman saya Maryani diganti dengan Suwarni dan Siti Aisyah digantikan oleh Efri Jhon. Mereka yang sebagai penggantilah yang mendapatkan tunjangan dari pemerintah," jelas Sayuti. Dia mengaku, berhenti mengajar ngaji di sana setelah dipukuli warga karena memutar kaset mengaji menjelang Salat Zuhur.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah mengatakan, memang benar ada laporan dari Sayuti. Menurutnya, saat ini laporan tersebut sedang dipelajari oleh penyidik. "Memang tadi ada laporan terkait itu dan masih dipelajari," kata Almansyah.

Sebelum melaporkan ke polisi, Sayuti juga pernah mendatangi Kantor Wali Kota Jambi, Senin (9/1) lalu. Namun sayang, dia gagal bertemu dengan orang nomor satu di Kota Tanah Pilih Bumi Pesako Betuah, Bambang Priyanto.

Saat itu Kabag Kesra kota Jambi, Mislan Wair mengatakan, ada miskomunikasi dalam hal ini. Dari beberapa upaya mediasi yang dilakukan, seakan ada hal lain dibalik permasalahan tersebut sehingga permasalahan antara kedua belah pihak (Satuti dan ketua RT) menjadi alot. Dia juga menjelaskan, ketua RT bersedia mengembalikan uang namun harus bermusyawarah dengan warga terlebih dulu. (*)
Editor: Fariz
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas