Lima Kelurahan Diusulkan Terima PUAP Tahun 2012

Pemerintah kota dan pemerintah pusat tetap mengupayakan peningkatan produksi pangan dan kemampuan petani di daerah.

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Pemerintah kota dan pemerintah pusat tetap mengupayakan peningkatan produksi pangan dan kemampuan petani di daerah. Terutama dalam bentuk permodalan, dengan harapan petani tidak mengalami kendala dalam permodalan melakukan kegiatannya.Hal itu terbukti seperti di Kota Pematangsiantar yang kian hari kian berkurang luas lahan pertaniannya. Akibat konversi lahan menjadi lahan pemukiman. Pemerintah melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), sejak 2009 telah diberikan kepada 22 kelurahan di kota tersebut.Penyerahan dana yang nilainya Rp 100 juta per kelurahan tersebut diserahkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) masing-masing kelurahan.

Pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Gapoktan masing-masing dengan tetap memberikan laporan bulanan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pematangsiantar untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian RI.Sejak tahun 2009, dana Rp 2,2 miliar dari 22 gapoktan tersebut telah berkembang. Hingga laporan tahun 2011, telah bertambah sekitar Rp 2 ratus juta. “Pada akhirnya nanti, dana tersebut akan dijadikan modal petani dan dijadikan Bank Agribisnis,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota pematangsiantar, Robert Pangaribuan SP, Jumat (24/2/2012).

Kemudian, pemerintah kota akan melakukan pengajuan PUAP untuk lima kelurahan lagi tahun 2012 ini. Dimana sebelumnya, 22 kelurahan dari 53 kelurahan seluruh Kota Pematangsiantar merupakan basis pertanian hulu.“Sementara lima kelurahan yang akan kita ajukan adalah kelurahan yang merupakan sector pertaniannya adalah produk hilir pertanian,” kata Robert. Seperti kelompok pemecah kemiri, penjual sayur-mayur, dan sejenisnya.

Sehingga ke depan, kemampuan ketahanan pangan bisa diatasi dengan penguatan modal petani melalui kas PUAP tersebut. Seluruh elemen pertanian menurut Robert, selalu dilakukan sosialisasi peningkatan produksi pangan.(afr / www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved