A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tren Harga Karet Naik - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Medan

Tren Harga Karet Naik

Selasa, 28 Februari 2012 23:27 WIB
Laporan wartawan Tribun Jambi, Fendry Hasari

TRIBUN-MEDAN.com, JAMBI
– Beberapa hari terakhir, harga karet di Provinsi Jambi memperlihatkan tren naik. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) memperkirakan, kecenderungan ini berlangsung hingga akhir Maret.

Kendati kenaikan ini pada angka Rp 200 per kilogram, tapi Sekretaris Gapkindo Jambi, Hatta Arifin optimistis.  Dikatakan Hatta, perekonomian yang mulai membaik di Amerika dan Eropa saat ini memicu naiknya permintaan karet.

“Sebab, Amerika merupakan tujuan Ekspor karet Indonesia terbesar pertama dan yang kedua merupakan Cina dan dilanjutkan Jepang,” katanya kepada Tribun, Selasa (28/2).

Menurut dia, Afrika sudah mulai melirik karet Indonesia. Dengan itu, terbukanya pangsa pasar karet yang baru. Dengan banyaknya permintaan sudah barang tentu berpengaruh pada harga karet itu sendiri.

Kemarin, harga karet dipatok Rp 30.200 per kilogram. Sementara Senin lalu, harganya Rp 30.100. Sayangnya, tingginya harga tersebut bukan di tingkat petani.

Ia menjelaakan, harga Rp 30.200 per kilogram tersebut, merupakan harga di perusahaan. Sementara, harga karet di tingkat petani hanya setengahnya, yaitu sekitar Rp 15.150.

Itu pun, kata dia,  karet dengan kadar 100 persen atau kadar karet kering (K3). Pada umumnya petani itu, lebih mengutamakan berat dari pada kualitas karet itu sendiri sehingga harganya murah.

Tapi, ia tidak menampik kalau saat ini kualitas karet ditingkat petani sudah mulai membaik. Petani semakin sadar bahwa bukanlah berat karet yang diutamakan melainkan kualitas karet itu sendiri. Kata Hatta, data Gapkindo memperlihatkan bahwa, kualitas karet petani sudah membaik. “Kadar karet yang kotor hanya 18 persen saja yang paling tinggi, ada juga sekitar 4 hingga 6 persen saja yang kotor,” ucapnya.  

Selama Januari produksi karet di Jambi sekitar 23 ribu ton. Diperkirakan pada Februari ini, produksi karet mencapai 30.000 ton. (dry)
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
87841 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas