IKJ Beri Penghargaan pada Dunia Seni Peran
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akan memberikan penghargaan kepada dunia seni peran baik aktor/aktris, sutradara, produser,
"IKJ akan memberi apresiasi kepada siapa saja yang masih peduli serta memberikan perhatian khusus kepada dunia seni peran dalam hal ini akting. Baik itu sutradara, produser, wartawan, institusi seperti televisi," kata Egy Massadiah anggota Teater Mandiri yang bertindak sebagai penasihat teknis dalam acara Penghargaan IKJ 2012 kepada wartawan di Jakarta, Senin
Penghargaan IKJ ini tambahnya, dilatarbelakangi perkembangan industri media hiburan film, sinetron, teater di Indonesia yang saat ini secara kuantitas sangat pesat dan dinamis.
"Perkembangan industri hiburan tumbuh sangat pesat dan pertumbuhan produksi ini melahirkan konsekuensi hilangnya `jiwa seni peran` para pemain dan salah satu penyebabnya adalah profit orientation yang berlebihan dari produsen," tambah Egy Massadiah.
Untuk menjaga independensi, penghargaan ini tidak diberikan kepada Alumni, Mahasiswa, Dosen Institut Kesenian Jakarta, akan tetapi diberikan kepada pekerja seni yang mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan seni peran di Indonesia melalui media film, televisi, teater.
Adapun jenis kategori penghargaan adalah Sutradara, Aktor, Aktris, Pengamat / Penulis, Pengabdian Sepanjang Masa, Pendukung Kegiatan Seni Peran, Media pendukung Ekspresi Seni Peran
Malam Penghargaan IKJ ini direncanakan pada 18 April di Gedung Graha Bhakti Budaya, Komplek Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai perguruan tinggi seni yang berusia 42 tahun sangat mewarnai dunia seni peran dalam industri hiburan Indonesia (teater, film, sinetron).
Hal ini dapat dilihat pencapaian beberapa aktor Indonesia yang pernah menekuni kuliah Seni Peran di Jurusan Teater IKJ seperti: Didi Petet, Mathias Muchus, Eeng Saptahadi, Fanny Fadilla, Yadi Timo, Cok Simbara, Edi Riwanto, Derry Drajat, Sys NS, Agus PM TOH, Epy Kusnandar, Yayu AW Unru, Anna Pinem, Eno TB, Jose Rizal, Edwin, Jody.
