Breaking News

Unjuk Rasa 26 Maret

Polda Sumut Antisipasi Gerakan 26 Maret

Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro mengantisipasi aksi unjuk rasa besar yang digelar Senin mendatang oleh berbagai elemen masyarakat

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro mengantisipasi aksi unjuk rasa besar yang digelar Senin mendatang oleh berbagai elemen masyarakat Sumatera Utara.

Disebutkannya, berdasarkan informasi di Kepolisian ada 63 elemen gabungan, mahasiswa, buruh, LSM dan Organda akan turun unjuk rasa di Kota Medan. Hasil inventarisir Wisjnu dengan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk diperkirakan jika semua elemen turun jumlah massanya 26.600 orang.

"Ini jumlah yang besar. Kalau tidak kita sikapi sejak dini, akan sulit nanti. Apalagi tanggal 26 ini akan dijadikan puncak menekan Pemerintah Pusat," ujar Wisjnu pada acara makan malam bersama dengan berbagai Rektorat Universitas di Kota Medan.

Dijabarkan Wisjnu, langkah yang telah ditempuh dengan pihak Kodam adalah mengajak berbicara beberapa eleme. Termasuk SBSI dan Organda.

"SBSI katakan mereka harus turun, karena menyangkut hidup buruh. Organda juga akan turun, walau tidak akan mogok massal," kata Wisjnu.

Kepada para Rektorat Wisjnu mengharapkan, pihak kampus mengantisipasi penyusup-penyusup. Terutama, aktivis kampus yang sudah di Drop Out (DO) yang sering memainkan peran.

Sebenarnya, Wisjnu lebih mengusulkan untuk massa berkumpul di Lapangan Merdeka Medan menyampaikan aspirasinya

"Kita kumpul semua di Lapangan Merdeka, Muspida semua hadir. Semua masukkan akan ditampung, kemudian akan disampaikan perwakilan ke Jakarta," katanya.

Disebutkan Wisjnu informasi yang didapat, massa akan melakukan unjuk rasa di Bundaran Polonia, Jalan tol, Kantor Gubernur, DPRD dan Kantor Pertamina.

"Tapi kita tegas, tidak akan biarkan mereka menutup Bandara Polonia. Kita sudah siapkan pengamanan bersama Pangdam. Polda Sumut sebagai ring I dan Kodam Ring II," kata Wisjnu.

Wisjnu menyesalkan penyanderaan mobil plat merah. "Apa salahnya mobil, itu kan uang rakyat juga," katanya, sembari mengatakan pihaknya menjalankan Protap Kapolri dalam menangani aksi unjuk rasa.

Namun Wisjnu mengatakan, pihaknya tidak akan menggunakan peluru tajam dalam mengawal aksi massa.

"Kita hanya membawa tameng, water kenon. Kalau pun anarkis kita hanya gunakan peluru karet dan hampa," katanya.

Disebutkannya, 26 Maret nanti massa merupakan gabungan dari Medan, Binjai, Sergai, Langkat dan Belawan. (fer/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved