Unjuk Rasa 26 Maret
Aparat Sudah Duduki Obyek Vital di Medan
Menyambut aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, besok (Senin, 26/3/2012) oleh ribuan massa di Kota Medan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menyambut aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, besok (Senin, 26/3/2012) oleh ribuan massa di Kota Medan. Sejumlah aparat telah menduduki obyel vital yang menjadi prioritas untuk diamankan, Minggu (25/3/2012)
Pantauan Tribun di Bandara Polonia Internasional sudah terlihat mobil water canon dipintu masuk Bandara Polonia. Perlengkapan lain seperti gulungan kawat bulat (Security Barrier) sepanjang sekitar 500 meter juga sudah dipasang ke pagar bagian depan Bandara Polonia. Tribun tidak melihat ada petugas baik TNI maupun Polri dibagian depan pintu masuk bandara.
Namun berdasar keterangan seorang polisi berpakaian preman, personil TNI dan Polri sudah ada sejak siang, pasca dilepas Kapolda. "Tadi ada disini, sekarang mereka menyebar ke dalam," katanya.
Dikantor Gubernur Sumut juga sudah terlihat Security Barrier disepanjang depan Kantor Gubernur Sumut. Juga terlihat beberapa personil TNI sedang duduk-duduk dibelakang pos penjagaan pintu masuk kantor ini. Tampak pula mobil patroli polisi dibagian depan pintu masuk.
Didepan Konsulat Jeneral Malaysia Jalan Diponegoro, tampak belasan petugas TNI dan seorang petugas kepolisian.
"Dari Armed 22 orang. Polisinya ada tapi jumlahnya nggak tahu saya," kata Hendri Saputra, petugas di Konsulat Malaysia. Menurutnya, secara internal tidak ada penambahan pengamanan. "Biasa saja, masih normal," kata Hendri.
Di Kantor Wallikota Medan, puluhan aparat TNI AD, terlihat sedang sibuk menurunkan perbekalan berupa karpet hitam dari truk TNI AD.
Menurut petugas Satpol PP yang berjaga didepan bagian pintu masuk kantor Pemko Medan, karpet tersebut dipergunakan untuk tidur.
"Mereka mau pasang Matras (karpet). Tidurnya sebagian di halaman Gedung Dewan Medan dan sebagian lagi disini, tapi matrasnya dipasang dibelakang," kata Ramadan, anggota Satpol PP Medan.
Namun, pengamatan Tribun di Grand Palladium, persis sebelah kantor walikota tidak ada pengamanan ekstra ketat dilakukan personil Polri maupun TNI. Pemandangan terlihat sebagaimana biasanya. (fer/tribun-medan.com)
