Demo BBM

Wali Kota dan Anaknya Kompak Demo BBM

Wali Kota Probolinggo HM Buchori dan anaknya, Indi Eko Yanuarto, turut berunjuk rasa

Tayang:
Wali Kota dan Anaknya Kompak Demo BBM - demo.JPG
Ahmad Faisol
Wali Kota Probolinggo HM Buchori (kanan atas) dan anaknya, Indi Eko Yanuarto, ikut dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di depan kantor Pemkot dan DPRD Probolinggo, Senin (26/3/2012).
TRIBUN-MEDAN.COM, PROBOLINGGO - Wali Kota Probolinggo HM Buchori dan anaknya, Indi Eko Yanuarto, turut berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di depan Kantor Pemkot dan DPRD Kota Probolinggo, Senin (26/3/2012). Mereka berdua turut didampingi massa gabungan dari PDI-P, Gerindra, Partai Nasdem, Bamusi, dan PKL Kota Probolinggo.

Buchori yang merupakan politisi PDI-P bahkan ikut berorasi menolak terang-terangan kenaikan harga BBM. "Atas nama pribadi dan kader PDI-P, saya menolak kenaikan harga BBM. Sebab, kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap masyarakat bawah. Perusahaan formal dan informal yang memperkerjakan banyak tenaga kerja juga terganggu. Pasalnya, naiknya harga BBM pasti diikuti naiknya harga bahan pokok lainnya," kata Buchori menggunakan pengeras suara dan mengenakan seragam dinas di atas mobil.

Dalam orasinya, Buchori juga mengingatkan agar para demonstran tidak melakukan aksi anarkis. Ia meminta aparat kepolisian yang menjaga aksi tersebut untuk menindak tegas para pengunjuk rasa yang melanggar aturan.

Meski demikian, sebagai kepala daerah dan pejabat pemerintah, Buchori tidak bisa menolak keputusan pemerintah pusat yang berencana menaikkan harga BBM pada April mendatang. Tak heran, penolakan HM Buchori atas kenaikan harga BBM itu bukan atas nama pejabat pemerintah, melainkan atas nama pribadi dan kader PDI-P. Namun, pada poster yang dibawa oleh demonstan, disebutkan bahwa Wali Kota dan DPRD menolak BBM naik.

Sementara itu, Indi Eko yang tak lain adalah Ketua DPC PDI-P setempat, tak mau ketinggalan. Seperti imbauan DPD PDI-P Jatim, ia terang-terangan menolak pemerintah menaikkan harga BBM.

Seusai berdemo di kompleks Pemkot, massa bergerak ke gedung wakil rakyat. Di sana, perwakilan politisi dari PDI-P berorasi secara bergantian. Ketua DPC PKNU Probolinggo As'ad Anshari juga turut menyuarakan aspirasi konstituennya yang keberatan harga BBM dinaikkan.

Isu penolakan kenaikan harga BBM sedikit bergeser saat politisi Demokrat diminta untuk orasi. Karena tidak datang, Partai Demokrat jadi sasaran tembak massa anti-kenaikan harga BBM. Bahkan, politisi Demokrat pusat yang terlibat kasus korupsi ikut disebut-sebut.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved