A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Rumah Diserbu Lalat, Puluhan Warga Datangi DPRD - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Medan

Rumah Diserbu Lalat, Puluhan Warga Datangi DPRD

Selasa, 3 April 2012 20:11 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, PROBOLINGGO - Setelah rumahnya diserbu lalat, puluhan warga Desa Lemahkembar, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mendatangi kantor DPRD setempat, Selasa (3/4/2012). Mereka mengaku terpaksa ngeluruk ke kantor dewan setelah kehabisan kesabaran lantaran hidup mereka terganggu akibat serbuan lalat.


Menurut Hayar, salah seorang warga yang ikut ngeluruk ke dewan, serbuan lalat ke perumahan warga sudah berlangsung sejak 2004 silam. Hidup warga setempat sangat terganggu karena ribuan lalat masuk ke kamar, dapur, dan bagian rumah warga. Puluhan rumah di RT4 dan RW 4 yang paling banyak diserbu lalat. Bahkan, serbuan lalat meluas hingga ke Desa Banjarsari.


"Tentu saja hidup kami terganggu. Kami menuntut agar dewan turun tangan atas apa yang terjadi pada kami. Kami meminta dewan yang terhormat untuk bertindak," ujar Hayar.


Hayar menjelaskan, lalat itu berasal dari perusahan ternak ayam, PT Aditiya, yang berada di desa setempat. Warga menilai, perusahaan tersebut tak bisa mengelola sampah dan faktor lain yang mengundang ribuan lalat. Lalat dari perusahaan itu pun menyerbu perumahan warga. "Bila PT Aditiya tak bisa menjaga kebersihan pabriknya, kami minta ditutup saja. Sejumlah anak kecil di sana terserang diare, akibat makanannya dikerubungi lalat," katanya.


Sesungguhnya, tahun lalu Komisi C, Dinas Kesehatan, dan Badan Lingkungan Hidup sudah turun ke lokasi. Bahkan, Dinas Kesehatan melakukan pengobatan dan penyemprotan. Namun, lalat itu terus kembali mengganggu warga. "Lalat itu datang setiap 40 hari. Ayam di pabrik itu dipanen tiap 40 hari sekali. Jadi dalam setahun, kami berkali-kali diserbu lalat yang berasal dari pabrik tersebut. Hitung saja sendiri," tandas Hayar.


Sementara, anggota Komisi C, Miskur, yang menerima puluhan warga yang ngeluruk, mengatakan bahwa pihaknya menampung keluhan dan aspirasi warga. Anggota dewan dari Dapil Tongas dan Sumberasih tersebut juga berjanji akan mengkoordinasikannya dengan Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup.


"Pada waktu turun ke lokasi, kami sudah mengimbau agar PT Aditiya melakukan rekomendasi dari Komisi C, Dinkes dan BLH. Tapi sepertinya mereka bandel, sehingga lalat terus menyerbu warga. Bila mereka bandel lagi, kami mendesak Pemkab untuk mengevaluasi keberadaan perusahaan tersebut. Jika dipandang perlu ditutup, ya ditutup saja," ujar Miskur.
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas