Home »

Aceh

'Zikir' Akan Majukan Aceh seperti Brunei

Cagub/cawagub, Zaini Abdullah/Muzakir Manaf yang dikenal sebagai pasangan ‘Zikir’, Senin petang kemarin menggelar kampanye akbar

TRIBUN-MEDAN.com, BANDA ACEH - Cagub/cawagub, Zaini Abdullah/Muzakir Manaf yang dikenal sebagai pasangan ‘Zikir’, Senin petang kemarin menggelar kampanye akbar di lapangan depan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Pasangan yang dijagokan Partai Aceh (PA) ini berkomitmen akan membangun dan memajukan Aceh seperti Singapura atau Brunei Darussalam jika rakyat mempercayakan mereka memimpin Aceh pada periode 2012-2017.

Di hadapan massa yang memerahkan Lhong Raya, cagub Zaini Abdullah dalam orasi politiknya memaparkan berbagai program prorakyat yang akan mereka laksanakan saat memimpin Aceh. “Insya Allah, jika terpilih, kami akan menerapkan program jitu untuk rakyat Aceh. Masalah sosial, kesehatan dan sebagainya seperti di luar negeri, misalnya di Singapura,” tandas Zaini disambut teriakan hidup PA, menangkan Zikir, coblos nomor 5 oleh massa pendukungnya.

Menurut Zaini, selama ini pola pembangunan seperti itu tak bisa dilakukan karena pejabatnya bermental korup. “Sedangkan kalau kami terpilih, hukum diterapkan sesuai Alquran dan Hadits. Hanya dengan cara itulah kita mampu menciptakan negeri tanpa korupsi,” kata Zaini, lagi-lagi disambut histeria massa.

Selanjutnya, giliran Muzakir Manaf yang sejak awal mendampingi Zaini menyampaikan orasi politik. Menurutnya, target mereka memakmurkan rakyat Aceh, seperti halnya rakyat Brunei Darussalam, Singapura, Qatar, dan lain-lain, bukanlah khayalan.

“Saat ini, semua warga Aceh yang naik haji dikembalikan uang Rp 4 juta lebih karena ada harta rakyat Aceh dikelola pihak lain di Arab Saudi. Jika kami terpilih, maka harta itu kami minta kepada Pemerintah Arab Saudi agar menjadi milik rakyat Aceh. Sehingga seperti Brunai, setiap rakyat Aceh yang sudah cukup umur, maka berangkat haji,” janji Muzakir, disambut gemuruh yel-yel hidup Partai Aceh.  

Selain itu, Muzakir berjanji meningkatkan program JKA. Menurutnya, program itu bukanlah milik gubernur sebelumnya, tapi program bersama dengan DPRA yang umumnya anggota dewan dari PA. Sedangkan bentuk peningkatan pelayanan yang akan diterapkannya jika terpilih, misalnya semua rumah sakit di kabupaten/kota harus mampu melayani pasien, seperti pada rumah sakit (RS) di Banda Aceh.

“Sehingga pasien dari kabupaten/kota tak perlu dilarikan semua ke RS di Banda Aceh. Bidang pendidikan, kita gratiskan mulai dari TK hingga SMA/sederajat, bahkan sampai ke bangku kuliah,” tambah Muzakir.

Usai kampanye Muzakir, simpatisan PA, Imum John menghibur massa dengan dua lagu Aceh. Inti dalam dua lirik lagu itu meminta rakyat berdoa dan mendukung kemenangan Zaini-Muzakir, serta calon kepala daerah kabupaten/kota dari PA.

Selanjutnya, giliran Wakil Ketua MPR-RI asal Aceh, Farhan Hamid berkampanye untuk PA. Sedangkan di akhir acara dilanjutkan penyampaian orasi politik oleh Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud, sekaligus memperkenalkan calon Wali Kota Banda Aceh dan Bupati Aceh Besar dari PA, yaitu TB Herman dan Mukhlis.

Sedangkan di awal kampanye, Wakil Ketua DPP Golkar Fadel Muhammad juga ikut menyampaikan orasi politik. Adapun mereka yang hadir, tapi tak menyampaikan orasi politik adalah anggota DPR-RI asal Aceh, Nasir Djamil dan Marzuki Daud, mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh, serta tiga jenderal purnawirawan TNI yang telah bergabung dengan PA, yaitu M Yahya dan dua mantan Pangdam IM, Soenarko dan Djalil Yusuf. Kampanye dimulai sekitar pukul 15.00 WIB berlangsung sekitar dua jam. Petugas keamanan PA berbaur bersama polisi mengatur keamanan dan ketertiban lalu-lintas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help