Sekolah Bantu Siswa UN Curang

Komunitas Air Mata Guru (KAMG) melaporkan hasil pemantauan

Tayang:
Editor: Muhammad Tazli
Sekolah Bantu Siswa UN Curang - DIAMBIL_ON_PAPER-20120416FAN2_ujian.jpg
fan/tribun-medan.com
ilustrasi UN 2012
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas Air Mata Guru (KAMG) melaporkan hasil pemantauan Ujian Nasional (UN) 2012 di beberapa daerah di Sumatera Utara, Rabu (18/4/2012).

Selain Kota Medan, KAMG juga melakukan investigasi di Perbaungan, Balige, Aek Kanopan, dan Lintong Ni Huta. Ketua KAMG Abdi Muskarya Saragih mengatakan, di seluruh kota tersebut ditemukan berbagai jenis kecurangan yang dilakukan para siswa.
Mereka yakin kepala sekolah dan guru ikut membantu siswanya mengambil cara pintas agar lulus UN.

"Tidak mungkinlah berbagai kecurangan itu terjadi secara meluas dan cukup rapi kalau kepala sekolahnya tidak membantu," kata Abdi, saat dihubungi Tribun melalui selular, Rabu (18/4/2012).

Menurutnya, kepala sekolah terpaksa berbuat demikian karena ingin hasil UN di sekolahnya memuaskan para atasannya. "Murid takut kalau tidak lulus UN, tapi sebenarnya kepala sekolah lebih takut lagi kehilangan jabatan," ujarnya.

Dalam laporan yang dibagikan saat konferensi pers, disebutkan bahwa di beberapa di Medan, KAMG menemukan siswa yang diberikan kunci jawaban oleh pihak sekolah dalam tulisan tangan sesuai dengan kode. Ada juga kasus di mana pengawas diberikan pengarahan melewati batas waktu yang ditetapkan sehingga terlambat memasuki ruang ujian dan tidak bisa memeriksa siswa.

Mereka juga menemukan siswa yang mengumpulkan dana secara kolektif untuk diberikan pada orang yang akan memberikan kunci jawaban mulai dari Rp 10 ribu sampai  dengan Rp 75 ribu. Kejadian seperti ini juga ditemukan di Balige. Di tempat ini siswa bahkan dipungut Rp 150 ribu per orang.

Dewan Pembina KAMG Resita Lubis menambahkan, jaringan mereka yang mengawas UN mendapati seorang siswa menyimpan lima lembar kunci jawaban di sekujur tubuhnya. "Kita dapat informasi dari pengawas, ada peserta ujian yang menyimpan kunci jawaban di kaos kaki sebelah kanan dan kaus kaki sebelah kiri. Satu lagi disimpan di dasi. Begitu carinya menyimpannya," kata Resita.

Menurut Resita, berbagai kecurangan yang mereka temukan itu dilihat sebagai bukti tidak sesuainya UN diterapkan di Indonesia.

"Sepuluh tahun UN, sepuluh tahun curang," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Rajab Lubis enggan mengomentari  hasil temuan Komunitas Air Mata Guru.

"Apa pun hasilnya, saya tidak akan memprotes hasil monitoring mereka. Tapi yang berhak memonitoring itu kan pengawas independen dan Dinas Pendidikan," katanya.

Rajab menjelaskan, tidak mungkin ada soal yang keluar dari ruangan penyimpan soal UAN di Dinas Pendidikan Kota Medan.
"Saya bisa memastikan tidak ada yang keluar. Tidak sembarangan orang yang masuk ke ruangan itu," katanya menegaskan.

Bagaimana kalau naskah soal bocor sebelum sampai di Dinas Pendidikan Kota Medan? Rajab tidak mau berkomentar karena itu diluar wewenang dan tanggungjawabnya.

Namun, menurut Rajab, momen UN telah dijadikan oleh sebagian pihak untuk mengeruk keuntungan dengan membuat  kunci jawaban palsu. "Apa saja bisa dijual di dunia ini. Nomor antrean saja dijual orang," katanya. 

Rajab membantah asumsi KAMG bahwa kepala sekolah takut posisinya digeser karena hasil UN di sekolahnya buruk.
"Itu kepala dinasnya bukan saya. Tidak akan saya beri sanksi. Tidak akan saya usulkan mutasi atau pemecatan berdasarkan hasil UN. UN itu kan hanya satu variabel. Itu nggak logis. Saya juga manusia," ujarnya.


(ton/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved