Jepang Tetap Utamakan Dialog
Tribun Medan - Selasa, 1 Mei 2012 20:35 WIB
TRIBUN-MEDAN.com - Jepang tetap mengutamakan dialog terkait program nuklir Iran. Tokyo, kata Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba dalam wawancara dengan Yediot Aharonot sebagaimana warta AP pada Selasa (1/5/2012), mencemaskan andai serangan terhadap fasilitas nuklir Iran terlaksana. Gemba sendiri bakal berkunjung selama dua hari ke Israel dan wilayah Palestina.
"Masyarakat internasional termasuk Jepang menekan Iran, dan dimulainya kembali perundingan antara Iran dengan negara-negara penting adalah akibat dari tekanan ini," katanya.
Enam negara, yang dikenal P5+1 yang beranggotakan para diplomat dari Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris,Perancis, dan Jerman menyelenggarakan perundingan putaran pertama dengan Iran mengenai program nuklirnya yang dipertikaikan itu di Istambul bulan lalu. Sementara, putaran kedua menurut rencana akan diselenggarakan di Baghdad pada 23 Mei.
Israel mengatakan terancam oleh kepemilikan senjata nuklir Iran. Israel mengaku tidak mengesampingkan satu serangan mendahului terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Teheran. "Opsi militer itu tidak hanya memberikan Iran satu alasan untuk mempercepat program nuklirnya, tetapi juga dapat meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tu, yang akan mengancam Israel," kata Gemba memperingatkan.
Pernyataan-pernyataan Gemba menegaskan kembali kecemasan dirinya dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda yang diutarakan Februari ketika Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengunjungi Tokyo. Pada saat itu, Noda memperingatkan bahwa aksi militer dapat sangat berbahaya karena berisiko meningkatkan situasi sekarang.
Gemba pun menyampaikan kekhawatiran sama dengan mengatakan menggunakan opsi militer tidak hanya akan memberikan alasan kepada Iran untuk mempercepat program nuklirnya tetapi juga dapat menyatukan dunia Arab melawan Israel.
Pada Senin petang, Barak mengatakan ia tidak terlalu yakin bahwa perundingan P5+1 akan berhasil untuk menyelesaikan konflik mengenai program nuklir Teheran. "Pendekatan P5+1 dengan Iran tidak membuat saya yakin. Saya pesimistis tetapi negara Israel tidak dapat ditipu," katanya kepada wartawan Asosiasi Wartawan Asing yang bertemu di Jerusalem.
Barak mengatakan semua opsi untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir tersedia. Kendatipun, ia mengatakan opsi militer akan merumitkan.
Gemba menurut rencana melakukan pertemuan dengan sejawatnya dari Israel Avigdor Lieberman di Jerusalem. Pada Rabu, ia akan bertemu dengan para pejabat senior Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat.
Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan empat putaran sanksi terhadap Iran. Israel dan sebagian negara Barat curiga Iran sedang berusaha membuat senjata nuklir. Teheran membantah keras tudingan itu. (*)
"Masyarakat internasional termasuk Jepang menekan Iran, dan dimulainya kembali perundingan antara Iran dengan negara-negara penting adalah akibat dari tekanan ini," katanya.
Enam negara, yang dikenal P5+1 yang beranggotakan para diplomat dari Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris,Perancis, dan Jerman menyelenggarakan perundingan putaran pertama dengan Iran mengenai program nuklirnya yang dipertikaikan itu di Istambul bulan lalu. Sementara, putaran kedua menurut rencana akan diselenggarakan di Baghdad pada 23 Mei.
Israel mengatakan terancam oleh kepemilikan senjata nuklir Iran. Israel mengaku tidak mengesampingkan satu serangan mendahului terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Teheran. "Opsi militer itu tidak hanya memberikan Iran satu alasan untuk mempercepat program nuklirnya, tetapi juga dapat meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tu, yang akan mengancam Israel," kata Gemba memperingatkan.
Pernyataan-pernyataan Gemba menegaskan kembali kecemasan dirinya dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda yang diutarakan Februari ketika Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengunjungi Tokyo. Pada saat itu, Noda memperingatkan bahwa aksi militer dapat sangat berbahaya karena berisiko meningkatkan situasi sekarang.
Gemba pun menyampaikan kekhawatiran sama dengan mengatakan menggunakan opsi militer tidak hanya akan memberikan alasan kepada Iran untuk mempercepat program nuklirnya tetapi juga dapat menyatukan dunia Arab melawan Israel.
Pada Senin petang, Barak mengatakan ia tidak terlalu yakin bahwa perundingan P5+1 akan berhasil untuk menyelesaikan konflik mengenai program nuklir Teheran. "Pendekatan P5+1 dengan Iran tidak membuat saya yakin. Saya pesimistis tetapi negara Israel tidak dapat ditipu," katanya kepada wartawan Asosiasi Wartawan Asing yang bertemu di Jerusalem.
Barak mengatakan semua opsi untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir tersedia. Kendatipun, ia mengatakan opsi militer akan merumitkan.
Gemba menurut rencana melakukan pertemuan dengan sejawatnya dari Israel Avigdor Lieberman di Jerusalem. Pada Rabu, ia akan bertemu dengan para pejabat senior Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat.
Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan empat putaran sanksi terhadap Iran. Israel dan sebagian negara Barat curiga Iran sedang berusaha membuat senjata nuklir. Teheran membantah keras tudingan itu. (*)
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
