Massa Buruh dan Polwan Goyang Komando
Peringatan Hari Buruh tahun ini di beberapa lokasi di Surabaya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya
Suasana akrab terlihat saat buruh bersama puluhan polisi wanita bergoyang komando bersama di arena panggung peringatan Hari Buruh di Komplek Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa (1/5/2012).
Diiringi musik dangdut, puluhan buruh yang diklaim dari petinggi 32 serikat buruh se-Jatim dan tim negosiator dari jajaran Polwan Polda Jatim pun bergoyang komando setelah jajaran Muspida Jatim satu persatu menyampaikan sambutannya.
Selain diramaikan musik dangdut, acara siang itu juga diramaikan dengan pembagian puluhan hadiah undian. Ketua DPRD Jatim, Imam Sunardi pada sambutannya mengatakan, legislatif dan eksekutif di Jatim sebenarnya satu visi dalam hal menyejahterakan buruh.
"Jika aspirasi dapat disampaikan dengan baik-baik, tidak perlu unjuk rasa dengan menutup jalan, karena merugikan orang lain," ujarnya.
Peringatan Hari Buruh dengan menghadiran musik dangdut dan undian berhadiah itu oleh sebagian elemen buruh dihujat. Mereka menganggap acara tersebut sebagai upaya pembungkaman aspirasi buruh oleh pemerintah.
Menurut Koordinator Aliansi Buruh Menggugat Jatim, Jamaludin, acara tersebut adalah bentuk pembodohan dengan mengajak buruh bersenang-senang di atas penderitaan nasib buruh lainnya.
"Ini adalah bentuk pembodohan dan pembungkaman gaya baru," jelasnya.
Sementara itu, di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, ratusan buruh FSPMI dari berbagai daerah di Jatim menggelar unjuk rasa dengan menutup jalan Gubernur Suryo. (*)