Tim Rusia Bantu Identifikasi Jenazah Korban
Tribun Medan - Sabtu, 12 Mei 2012 15:45 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pemerintah Rusia menjanjikan akan mendatangkan tim analisis DNA untuk membantu mengidentifikasi jenazah korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polri Brigadir Jenderal Agus Prayitno dalam jumpa pers setelah menerima lima kantong jenazah, pada Sabtu (12/5/2012).
"Tim Rusia belum sampai ke sini, tapi mereka akan membantu tim DNA dari DVI Indonesia untuk identifikasi jenazah," kata Agus.
Selain tim dari Rusia, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri juga dibantu oleh sejumlah ahli dari perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya dan tim dokter forensik dari Banten. Semua hasil indetifikasi secara berkala akan dilaporkan DVI Indonesia pada DVI Internasional pusat di Lyon, Perancis."Ada ahli patologi forensik, odontologi forensik, DNA forensik, antropologi forensik yang membantu identifikasi ini," jelasnya.
Sementara itu, saat ini sudah lima kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri. Keluarga korban pun mulai berdatangan memenuhi posko DVI. Mereka diberikan tempat khusus untuk menunggu. Akses menuju tempat kantong jenazah masih tetap dihalangi dua helai kain dan police line. Hanya tim kepolisian yang diperbolehkan masuk.
Semua keluarga yang datang, diminta mendaftarkan nama, alamat dan nomor telepon mereka di buku tamu yang telah disiapkan. (*)
"Tim Rusia belum sampai ke sini, tapi mereka akan membantu tim DNA dari DVI Indonesia untuk identifikasi jenazah," kata Agus.
Selain tim dari Rusia, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri juga dibantu oleh sejumlah ahli dari perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya dan tim dokter forensik dari Banten. Semua hasil indetifikasi secara berkala akan dilaporkan DVI Indonesia pada DVI Internasional pusat di Lyon, Perancis."Ada ahli patologi forensik, odontologi forensik, DNA forensik, antropologi forensik yang membantu identifikasi ini," jelasnya.
Sementara itu, saat ini sudah lima kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri. Keluarga korban pun mulai berdatangan memenuhi posko DVI. Mereka diberikan tempat khusus untuk menunggu. Akses menuju tempat kantong jenazah masih tetap dihalangi dua helai kain dan police line. Hanya tim kepolisian yang diperbolehkan masuk.
Semua keluarga yang datang, diminta mendaftarkan nama, alamat dan nomor telepon mereka di buku tamu yang telah disiapkan. (*)
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Kompas.com
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.