• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Medan

Hama Penggerek Batang Serang Tanaman Padi

Selasa, 15 Mei 2012 20:22 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, JOMBANG - Hama penggerek batang padi menyerang tanaman padi petani di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.


Serangan hama tersebut membuat petani khawatir akan berdampak pada hasil panenan. Sebelumnya ini, akibat serangan hama penggerek batang padi yang pernah terjadi sebelumnya, petani terpaksa kehilangan sebagian hasil panenan.


"Petani tidak pernah terbebas dari ancaman hama, saat tanaman padi berusia 15 hari sudah diserang hama ulat daun. Sekarang saat tanaman padi berumur 40 hari, mulai diserang hama penggerek batang," kata David (28), petani pemilik areal sawah seluas 1,5 hektar ketika ditemui Kompas, Selasa (15/5/2012), di Desa Tragal, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.


Ia mengatakan, serangan hama penggerek batang padi hampir merata terjadi di wilayah Sumobito. Namun hal itu masih dapat ditanggulangi, baik dengan pestisida maupun insektisida. Namun persoalannya, saat ini harga obat-obatan pembasmi hama sekarang ini sangat mahal.


"Obat pembasmi hama jenis virtaco yang lebih mujarab untuk pembasmi hama penggerek batang padi, harganya sangat mahal Rp 95.000 per botol isi 250 miligram. Padahal harga obat pembasmi hama jenis lain seperti spontan dan regant  harganya cuma Rp 35.000 per botol isi 500 miligram," kata David.


David mengatakan, walaupun petani sudah berupaya keras mengatasi serangan hama penggerek batang padi dengan menggunakan obat-obatan pembasmi hama, tidak secara otomatis hasil panenan bakal bagus. Tanaman padi yang sudah terserang hama penggerek batang padi, pasti rusak.


"Saat panen Maret lalu, dari luas areal setengah hektar saya hanya dapat 1,7 ton, karena sebagian tanaman padi terserang hama penggerek batang padi. Padahal normalnya bisa lebih dari 2,5 ton," kata David.


David berharap, saat panen nanti tidak terjadi serangan hama wereng, karena serangan hama itu sangat sulit diatasi. "Kalau sampai ada lagi serangan hama wereng, petani bisa gagal panen karena tidak mudah mengatasi serangan hama wereng," katanya.


Ia menambahkan, ada pula serangan hama tikus. Namun kali ini hanya sebagian kecil tanaman padi di wilayah Sumobito yang terserang hama itu. "Sekarang ini serangan hama tikus relatif kecil. Tahun-tahun sebelumnya memang banyak," kata David.     

 

 

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas