Diduga Pemko Sengaja Tak Mulai Proyek
Nampaknya, pelaksanaan proyek tahun 2012 akan bernasib sama dengan tahun 2011.
TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Nampaknya, pelaksanaan proyek tahun 2012 akan bernasib sama dengan tahun 2011. Dikerjakan pada awal tahun berikutnya dengan alasan-alasan klasik yang tidak masuk akal.
Pasalnya, memasuki pertengahan tahun 2012, proyek pengerjaan yang ditampung didalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012 belum dimulai. Didigu, ini sengaja dilakukan oleh Pemerintah Kota dengan menimbun dana dan memperlambat proyek pengerjaan tersebut dengan tujuan pribadi.
"Kita tidak tahu pasti apa sebenarnya alasan hingga sampai pertengahan tahun proyek itu belum juga dikerjakan. Inikan merupakan suatu keanehan," kata Ketua Forum Transparansi Untuk anggaran (Futra) Siantar-Simalungun Oktavianus Rumahorbo, Kamis (17/5). Oktavianus menilai ada beberapa kemungkinan sehingga pelaksanaan proyek belum dapat dijalankan.
Untuk kemungkinan pertama adalah, pihak pemerintah sengaja memperlambat atau memperlama pengerjaan untuk menghindari pengawasan dari normalnya. Sehingga, pemerintah akan melakukan pengerjaan proyek menjelang akhir tahun anggaran berakhir. Tentu saja, teknik seperti ini bertujuan agar fungsi pengawasan tidak dapat dilakukan optimal jika pengerjaan proyek dilakukan menjelang akhir tahun.
"Kalau pengerjaan dilakukan menjelang akhir tahun, tentu saja pemerintah memiliki alasan bahwa waktu sudah mendesak sehingga pengawasan akan berkurang. Inilah teknik pertama yang dilakukan pemerintah dengan cara menumpuk seluruh pekerjaan yang sudah direncanakan," ujar Oktavianus.
Bukan hanya itu saja, teknik ini juga memberikan peluang kepada pemerintah untuk melanjutkan pekerjaan ditahun berikutnya seperti pada kejadian pengerjaan proyek di tahun 2011 silam.
Bukan tanpa resiko, proyek yang dikerjakan diakhir tahun tentu saja menghasilkan proyek yang terkesan asal jadi. Sehingga kualitas atau mutu pengerjaan tidak sesuai dengan target yang ditentukan. Sehingga, tahun pengerjaan proyek tersebut juga akan berkurang.
"Kalau pengawasannya sudah tidak optimal, maka kualitas pengerjaan juga akan berkurang jauh," ujarnya
Menurutnya, belum jalannya sejumlah pengerjaan proyek hingga pertengahan tahun kemungkinan bertujuan untuk mendapatkan bunga uang guna kepentingan pribadi dan elit poliyik. Dimana, kemungkinan besar uang itu disimpan guna mendapatkan selisih bunga.
Tentu saja, lambatnya pengerjaan proyek akan merugikan warga Kota Siantar yang terlambat menikmati pembangunan. Padahal, jika dilaksanakan dengan cepat, tentu masyarakat dapat merasakan manfaat perbaikan itu lebih awal.
"Kalau ada jalan yang diperbaiki dengan cepat, tentu masyarakat sudah bisa menikmatinya dari awal," katanya. Untuk itulah, masyarakat dikatakan Oktavianus harus memberikan presure (tekanan) agar pemerintah segera melakukan pembangunan dengan menjalankan proyek yang ada di APBD. Sementara kepada pemerintah, Oktavianus menyarankan agar tidak menumpuk pekerjaannya dan membuat jadwal pengerjana setiap bulannya. (afr / www.tribun-medan.com)