Ditelantarkan Pihak Pringadi, Chandra Dipindahkan RS Boloni
Minggu, 20 Mei 2012 10:59 WIB
TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - kabar tak sedap mengenai pelayanan lambat RS Pringadi Medan kembali terkuak. Pasalnya, Chandra damanik warga setiabudi yang menjadi korban tabrakan yang dirawat di rumah sakit dr Pringadi Medan tidak mendapatkan perawatan maksimal dan harus di pindahkan ke rumah sakit Boloni, Sabtu (19/5).
Informasi yang berhasil diterima Tribun di RS prinngadi Medan, menyebutkan ada pasien bernama Chandra damanik (23) warga setiabudi yang masuk ke Pringadi pada kamis lalu. Sejak masuk hingga di pindahkan ke Rumah skait Boloni, dirinya tidak mendapatkan perawatan karena tidak adanya pihak medis di ICU Pringadi Medan.
Karena kesal, akhirnya pihak keluarga memindahkan Chandra ke ICU RS Booloni yang berada di Jalan Mongonsidi. Sebelum pindah, keluarga korban sempat mempertanyakan sikap pringadi yang terbilang lambat
Darwis Damanik kepada wartawan mengatakan, adiknya dipindahkan dari RS Pringadi Medan tadi malam. Dipindahkannya adiknya tersebut, karena kesal melihat pelayanan yang lambat dari pihak rumah sakit.
Saat ini sambungnya, kondisi adiknya tersebut masih tidak sadarkan diri. Parahnya sejak masuk ke rumah sakit tersebut pada kamis lalu, adiknya hanya mendapatkan bantuan alat pernafasan dan infus.
“kesal kami kemarin, sudah kondisi Chandra tak sadarkan diri, pihak rumah sakit lamban melakukan penanganan, kata orang itu pihka RS lagi libur dan cuti bersama, makanya kami pindahkan dia,” ucapnya.
Terkuaknya kasus dugaan penelantaran pasien tersebut, ketika Tribun mendapatkan broadcat message yang menyebutkan "Ini aku dapat broadcast, kebetulan korban ini temanku yg udah sekarat. Jgn sekali" memasuki rumah sakit pirngadi itu bukan rumah sakit sampai saat ini rekan Chandra damanik yang mengalami kecelakaan itu tidak di urusin alias di telantarkan sampai saat ini..tolong sebar kan rumah sakit ini agar di likuidasi'
Terpisah KAbag Humas Pringadi Medan Edison Parangin-angin mengatakan, memeenarkan adanya pasien tabrakan Chandra Damanik yang masuk ke rumah skait pada kamis lalu. “benar ada dia masuk kamis kemarin, dan tadi malam sudah pindah dia atas permintaan keluarga,” ucapnya.
Dirinya membantah bahwasanya ada penelantaran pasien yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut.”tidak ada kita lakukan penelantaran pasien, itukan pindah atas kemauan keluarganya sendiri,” ucapnya membantah.
“Memang semalam saya tidak masuk, berdasarkan keterangan yang saya terima dari satpam, pindahnya chandra karena kemauan keluarganya, dan meminta menggunakan ambulance kita dan ada perawat kita yang ikut waktu mindahkan dia,” terangnya.
Ia mengatakan, pemberitaan dan penelantaran pasien tersebut tidak benar. “mungkin keluarga chandrakan banyak, jadi bisa saja keluarga yang lainnya tidak terima dan itu sah-sah saja. Selain itu jangankan yang mempunyai KTP yang di rawat di pringadi, yang tidak punya pun kita berikan perawatan ,” ucap.
Meski dalam tanggal merah dan cuti bersama, perawat dan dokter jaga di ICU berada di tempat. “Sudah ada shift mereka masing-masing, setiap hari mau libur atau cuti bersama, terdapat 1 dokter jaga jadi tidak mungkin mereka menelantarkan,” ucapnya.(ari/tribun-medan.com)
Informasi yang berhasil diterima Tribun di RS prinngadi Medan, menyebutkan ada pasien bernama Chandra damanik (23) warga setiabudi yang masuk ke Pringadi pada kamis lalu. Sejak masuk hingga di pindahkan ke Rumah skait Boloni, dirinya tidak mendapatkan perawatan karena tidak adanya pihak medis di ICU Pringadi Medan.
Karena kesal, akhirnya pihak keluarga memindahkan Chandra ke ICU RS Booloni yang berada di Jalan Mongonsidi. Sebelum pindah, keluarga korban sempat mempertanyakan sikap pringadi yang terbilang lambat
Darwis Damanik kepada wartawan mengatakan, adiknya dipindahkan dari RS Pringadi Medan tadi malam. Dipindahkannya adiknya tersebut, karena kesal melihat pelayanan yang lambat dari pihak rumah sakit.
Saat ini sambungnya, kondisi adiknya tersebut masih tidak sadarkan diri. Parahnya sejak masuk ke rumah sakit tersebut pada kamis lalu, adiknya hanya mendapatkan bantuan alat pernafasan dan infus.
“kesal kami kemarin, sudah kondisi Chandra tak sadarkan diri, pihak rumah sakit lamban melakukan penanganan, kata orang itu pihka RS lagi libur dan cuti bersama, makanya kami pindahkan dia,” ucapnya.
Terkuaknya kasus dugaan penelantaran pasien tersebut, ketika Tribun mendapatkan broadcat message yang menyebutkan "Ini aku dapat broadcast, kebetulan korban ini temanku yg udah sekarat. Jgn sekali" memasuki rumah sakit pirngadi itu bukan rumah sakit sampai saat ini rekan Chandra damanik yang mengalami kecelakaan itu tidak di urusin alias di telantarkan sampai saat ini..tolong sebar kan rumah sakit ini agar di likuidasi'
Terpisah KAbag Humas Pringadi Medan Edison Parangin-angin mengatakan, memeenarkan adanya pasien tabrakan Chandra Damanik yang masuk ke rumah skait pada kamis lalu. “benar ada dia masuk kamis kemarin, dan tadi malam sudah pindah dia atas permintaan keluarga,” ucapnya.
Dirinya membantah bahwasanya ada penelantaran pasien yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut.”tidak ada kita lakukan penelantaran pasien, itukan pindah atas kemauan keluarganya sendiri,” ucapnya membantah.
“Memang semalam saya tidak masuk, berdasarkan keterangan yang saya terima dari satpam, pindahnya chandra karena kemauan keluarganya, dan meminta menggunakan ambulance kita dan ada perawat kita yang ikut waktu mindahkan dia,” terangnya.
Ia mengatakan, pemberitaan dan penelantaran pasien tersebut tidak benar. “mungkin keluarga chandrakan banyak, jadi bisa saja keluarga yang lainnya tidak terima dan itu sah-sah saja. Selain itu jangankan yang mempunyai KTP yang di rawat di pringadi, yang tidak punya pun kita berikan perawatan ,” ucap.
Meski dalam tanggal merah dan cuti bersama, perawat dan dokter jaga di ICU berada di tempat. “Sudah ada shift mereka masing-masing, setiap hari mau libur atau cuti bersama, terdapat 1 dokter jaga jadi tidak mungkin mereka menelantarkan,” ucapnya.(ari/tribun-medan.com)
