• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Medan

Sendirian Jaga Batas Negara

Selasa, 29 Mei 2012 09:19 WIB
Sendirian Jaga Batas Negara - 2316488p.jpg
Kompas/Subhan SD
Pulau Sebatik dilihat dari pelabuhan feri pulau Nunukan, Kaltim, Senin (28/5/2012).
TRIBUN-MEDAN.com - Walaupun pemerintah menggembar-gemborkan daerah perbatasan menjadi beranda depan negeri ini, tetapi faktanya masih diperlakukan seperti halaman belakang yang tak diurus maksimal. Apalagi memang kondisi perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan Timur berupa hutan belantara, yang bisa jadi rawan katakanlah illegal logging atau pergeseran patok batas.

Makanya di perbatasan selalu ada pos-pos yang dijaga aparat keamanan, baik tentara (TNI) maupun polisi. Tetapi apa jadinya kalau ada pos tepi batas yang dijaga sendirian atau paling banyak dua orang?

Di pos polisi Lembudud, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, hanya dijaga Briptu Rudy SE Baru. "Ya komandan, juga anak buah," ujar Rudy, saat ditemui di Long Bawan, ibu kota kecamatan, Senin (28/5/2012) kemarin.

Pos Lembudud yang berada di balik perbukitan di tepi batas itu berjarak sekitar satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Long Bawan. "Kalau musim hujan tak bisa dilewati karena jalanan hancur dan berlumpur. Kalau jalan kira-kira lima jam," ujarnya.

Tentu saja sangat berat menjaga perbatasan. "Kalau ada masalah kami datangi sendiri," kata warga asli Krayan itu, yang tidak memperlihatkan sedikit pun sikap mengeluh.

Kepala Imigrasi Krayan, Martinus Palung, juga bertugas sendirian. Tapi ia berkantor di Long Bawan. Desa yang persis di tepi batas adalah Long Amping, kira-kira satu jam perjalanan dari Long Bawan.

Tetapi tinggal di Long Amping, biayanya besar. Ongkos ojek Long Bawan-Long Amping saja sekitar Rp 75.000. "Tentu berat," ujar Syuaib, staf Imigrasi Kaltim.

Gubernur Kaltim Awang Faroek berulang kali mengatakan, aparat yang bertugas di perbatasan mendapatkan insentif khusus. Tetapi seperti disampaikan sejumlah guru yang ditemui di Long Bawan, rupanya tak semua mendapatkan insentif. Moga-moga saja masih menunggu proses, karena menjaga negeri ini tak bisa ditunda-tunda.
Editor: Wiwi Deriana
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
100480 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas