Guru Honor Jangan Percaya Calo
Tribun Medan - Kamis, 31 Mei 2012 22:32 WIB
Berita Terkait
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Guru honorer diminta tidak menggunakan jasa calo untuk pengangkatan menjadi CPNS. Bagi para guru yang mengetahui keberadaan para calo diminta untuk melaporkannya ke pihak berwenang agar diproses secara hukum.
Seorang guru honor di sebuah yayasan yang menjadi korban calo mengirimkan pesan ke sms center Tribun. Ia menceritakan, pada 27 April 2012 dirinya disodori oleh salah seorang anggota asosiasi guru lembar formulir Kategori II untuk diisi yang menurut si calo, selanjutnya akan diusulkan untuk menjadi CPNS.
"Info ini cepat tersebar hingga ada ribuan guru-guru honor yg mendaftar sampai pada tanggal 30 April 2012 dengan biaya sebesar Rp150.000 per guru," bebernya.
Mereka sadar telah tertipu setelah membaca koran tentang berita pengangkatan guru honorer KII bahwa Katagori 2 (K2) yang dimaksud adalah pegawai honor yang bertugas di instansi pemerintah. Setelah tahu hal itu, ia dan rekan-rekannya mencoba menghubungi petugas pendaftar via ponsel. Namun mereka tidak mendapat respon.
Menanggapi permasalahan ini, Ketua Komisi B DPRD Medan Surianda Lubis mengatakan untuk tidak percaya janji-janji. "Jika dalam proses ini ada oknum-oknum tertentu yang mengaku bisa memperjuangkannya, mohon untuk tidak merespon. Atau segera diadukan ke kami agar dibawa ke ranah hukum. Kami juga menyampaikan ke dinas agar jangan ada pungutan-pungutan apapun selama proses pengangkatan guru ini," katanya, Kamis (31/5). (ton/tribun-medan.com)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Guru honorer diminta tidak menggunakan jasa calo untuk pengangkatan menjadi CPNS. Bagi para guru yang mengetahui keberadaan para calo diminta untuk melaporkannya ke pihak berwenang agar diproses secara hukum.
Seorang guru honor di sebuah yayasan yang menjadi korban calo mengirimkan pesan ke sms center Tribun. Ia menceritakan, pada 27 April 2012 dirinya disodori oleh salah seorang anggota asosiasi guru lembar formulir Kategori II untuk diisi yang menurut si calo, selanjutnya akan diusulkan untuk menjadi CPNS.
"Info ini cepat tersebar hingga ada ribuan guru-guru honor yg mendaftar sampai pada tanggal 30 April 2012 dengan biaya sebesar Rp150.000 per guru," bebernya.
Mereka sadar telah tertipu setelah membaca koran tentang berita pengangkatan guru honorer KII bahwa Katagori 2 (K2) yang dimaksud adalah pegawai honor yang bertugas di instansi pemerintah. Setelah tahu hal itu, ia dan rekan-rekannya mencoba menghubungi petugas pendaftar via ponsel. Namun mereka tidak mendapat respon.
Menanggapi permasalahan ini, Ketua Komisi B DPRD Medan Surianda Lubis mengatakan untuk tidak percaya janji-janji. "Jika dalam proses ini ada oknum-oknum tertentu yang mengaku bisa memperjuangkannya, mohon untuk tidak merespon. Atau segera diadukan ke kami agar dibawa ke ranah hukum. Kami juga menyampaikan ke dinas agar jangan ada pungutan-pungutan apapun selama proses pengangkatan guru ini," katanya, Kamis (31/5). (ton/tribun-medan.com)
Penulis : Liston Damanik
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.