Rabu, 22 Mei 2013
Hemat Listrik Sejam, Medan Hemat Rp 1,07 Miliar
Tribun Medan - Kamis, 31 Mei 2012 17:55 WIB
Share |
images7.jpg
Internet
IST

Laporan Wartawan Tribun Medan : Eris Estrada Sembiring

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- Upaya penghematan memang terus disosialisasikan pihak PLN. Asal tahu saja, untuk Kota Medan, sebagai kota pengguna listrik terbesar di Sumut, pada bulan April 2012 tercatat pemakaian daya totalnya sebesar 19,70 juta MW atau 19,70 miliar Kwh. Jika dirupiahkan, biaya beban yang harus dibayar mencapai Rp 215,5 miliar.

Total biaya pemakaian tersebut berasal dari konsumen PLN mulai dari sektor Rumah Tangga, Sosial, Bisnis/Komersil, Industri hingga Pemerintah/Publik. Total pemakaian mencapai 200 jam dengan menghabiskan 283,511 juta kwh dengan beban biaya Rp 215,5 miliar. Jika satu jam saja dilakukan penghematan, maka Kota Medan bisa menghemat energi sebesar Rp 1,07 miliar atau  1,385 juta kwh.

"Bayangkan kalau satu jam saja kita bisa menghemat sekitar Rp 1 miliar. Kita memang terus mengupayakan dan mensosialisasikan soal efisiensi energi ini," kata  Asisten Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Medan, Mustaf Rizal.

Dari data untuk pemakaian listrik Kota Medan tercatat, sepanjang April lalu, sektor terbesar pengguna daya listrik di Medan adalah sektor Rumah Tangga dengan pelanggan sejumlah 464.690 konsumen, total daya sebesar 531,1 juta VA dan pemakaian sebesar 19,6 juta MW. Diikuti sektor industri dengan pelanggan sejumlah 1.545 konsumen, total daya terpasang sebesar 377,4 juta VA dengan pemakaian sebesar 98.818 MW. Sektor bisnis dengan pelanggan sejumlah 32.868 konsumen, total daya terpasang sebesar 327 juta VA dengan pemakaian sebesar 55.655 MW. Sektor pemerintah atau publik memiliki 6702 konsumen, total daya terpasang sebesar 61,2 juta VA dengan pemakaian sebesar 15.799 MW. Sektor sosial berada di urutan terakhir dengan jumlah 5.444 konsumen, total daya terpasang 64,2 juta VA dan pemakaian sebesar 10.372 MW.

Biaya beban tertinggi disumbang oleh sektor industri yakni sebesar Rp 70,4 miliar, sektor rumah tangga sebesar Rp 65,07 miliar, sektor bisnis sebesar Rp 53,7 miliar, sektor pemerintah/publik sebesar Rp 13, 79 miliar dan sektor sosial sebesar Rp 7,65 miliar. Total biaya pemakaian sebesar Rp 215,14 miliar.

"Cadangan kita juga kan sedikit. Saya dengar juga ada upaya untuk mengganti lampu lama dan memakai lampu LED untuk kantor-kantor PLN sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat. Untuk Kota Medan juga saya pikir bagus kalau bisa pakai lampu jalan bertenaga surya," katanya.

Sebelumnya, Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Maryam Ayuni memastikan pihaknya akan melakukan audit beberapa bangunan di Sumut, yang berpotensi untuk melakukan penghematan. Meski tidak menyebutkan gedung mana saja, namun ada ratusan gedung di sembilan kota terboros itu yang akan dipantau oleh pihaknya.

“Akan diaudit untuk mengatasi krisis energi di Sumut. Penghematan adalah tindakan paling efektif, termasuk di gedung-gedung besar dan instansi pemerintahan. Dibanding menunggu pembangunan pembangkit listrik baru yang memakan waktu lama, saya pikir ini adalah solusi awal yang baik,” tegasnya.

Total, ada sekitar 185 obyek bangunan di kesembilan kota yang akan diaudit dengan memakan biaya hingga Rp 20 miliar yang dianggarkan di APBN. Sebelumnya, katanya, pihaknya sudah mengaudit sebanyak 480 buah bangunan yang terindikasi boros dan berpotensi melakukan penghematan. (Ers/www.tribun-medan.com)

Penulis : Eris Estrada
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan

Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.

Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


fedscraftarifedisa