24 Ribu Pohon Tua Mengancam
Tribun Medan - Jumat, 1 Juni 2012 08:26 WIB
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Puluhan ribu pohon pelindung Angsana (Ptherocarpus Indicus) tua di sepanjang jalan Kota Medan mengancam keselamatan pengendara dan pejalan kaki.
Korban teranyar adalah dua pengendara sepeda motor, Suroto (26) dan Adi Ginting (41), yang tengah berhenti di traffic light Jl Diponegoro, Medan, tepat di depan Perumahan Mes PP Lonsum, Kamis (31/5) siang.
Ini merupakan peristiwa ketiga selama Mei. Sebelumnya, Sumardi (42) penduduk Jalan Cengkeh 12 Perumnas Simalingkar tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja di kawasan Marendal, Medan, pada 26 Mei. Sedangkan Abdul Hasan (18), warga Jalan Istiqomah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, tewas tertimpa pohon tumbang di ruas Jalan Kapten Sumarsono, Medan, 10 Mei.
Berdasarkan data Medan Dalam Angka 2010 (Medan In Figure 2010), pohon peneduh tua di Medan mencapai 130.544 batang. Celakanya, yang paling banyak adalah Pohon Angsana sebanyak 24.160 batang. Lalu disusul Pohon Mahoni 22.950 batang. Pohon Angsana merupakan pohon peneduh yang paling mudah patah oleh angin atau hujan serta merontokkan daun saat kemarau. Beberapa kota lain sudah mengganti pohon ini dengan pohon yang lebih kuat seperti Kiara Payung (Filicium Decipiens), Tanjung (Mimusops Elengii).
Adi dan Suroto mengalami patah tulang setelah pohon Angsana tua yang tumbuh di areal Mes PP Lonsum tumbang dan menimpa pengendara yang tengah berhenti menunggu lampu hijau. Keduanya dilarikan ke RS Malahayati Medan.
Honda Vario BK 3370 XD yang dikendarai Adi dan Supra 125 BK 6822 VAN yang dikendarai Suroto juga ringsek bersama tiga mobil yakni Corolla Altis BK 208 CG, Kijang Innova BK 1172 QM dan Pajero Double kabin pelat merah BL 8081 AJ.
Ucok, staf Setda Aceh yang mengemudikan Pajero Double Kabin BL 8081 AJ sangat terkejut saat pohon Angsana menimpa atap belakang mobilnya.
Selengkapnya baca di Harian Tribun Medan edisi cetak, Jumat (1/6/2012)
Korban teranyar adalah dua pengendara sepeda motor, Suroto (26) dan Adi Ginting (41), yang tengah berhenti di traffic light Jl Diponegoro, Medan, tepat di depan Perumahan Mes PP Lonsum, Kamis (31/5) siang.
Ini merupakan peristiwa ketiga selama Mei. Sebelumnya, Sumardi (42) penduduk Jalan Cengkeh 12 Perumnas Simalingkar tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Sisingamangaraja di kawasan Marendal, Medan, pada 26 Mei. Sedangkan Abdul Hasan (18), warga Jalan Istiqomah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, tewas tertimpa pohon tumbang di ruas Jalan Kapten Sumarsono, Medan, 10 Mei.
Berdasarkan data Medan Dalam Angka 2010 (Medan In Figure 2010), pohon peneduh tua di Medan mencapai 130.544 batang. Celakanya, yang paling banyak adalah Pohon Angsana sebanyak 24.160 batang. Lalu disusul Pohon Mahoni 22.950 batang. Pohon Angsana merupakan pohon peneduh yang paling mudah patah oleh angin atau hujan serta merontokkan daun saat kemarau. Beberapa kota lain sudah mengganti pohon ini dengan pohon yang lebih kuat seperti Kiara Payung (Filicium Decipiens), Tanjung (Mimusops Elengii).
Adi dan Suroto mengalami patah tulang setelah pohon Angsana tua yang tumbuh di areal Mes PP Lonsum tumbang dan menimpa pengendara yang tengah berhenti menunggu lampu hijau. Keduanya dilarikan ke RS Malahayati Medan.
Honda Vario BK 3370 XD yang dikendarai Adi dan Supra 125 BK 6822 VAN yang dikendarai Suroto juga ringsek bersama tiga mobil yakni Corolla Altis BK 208 CG, Kijang Innova BK 1172 QM dan Pajero Double kabin pelat merah BL 8081 AJ.
Ucok, staf Setda Aceh yang mengemudikan Pajero Double Kabin BL 8081 AJ sangat terkejut saat pohon Angsana menimpa atap belakang mobilnya.
Selengkapnya baca di Harian Tribun Medan edisi cetak, Jumat (1/6/2012)
Editor : Wiwi Deriana
Sumber : Tribun Medan
Bergabunglah dengan Tribun Medan Fans Page untuk update berita Medan da Sekitarnya.
Follow twitter kami di @tribunmedan untuk mengakses berita melalui twitter.
Download Tribun Medan Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.
