A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ini Dia Lulusan SMP Terbaik di Sumut - Tribun Medan
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Medan

Ini Dia Lulusan SMP Terbaik di Sumut

Sabtu, 2 Juni 2012 22:53 WIB
Ini Dia Lulusan SMP Terbaik di Sumut - Harrison_Goenawan_(kredit_foto~_istimewa).jpg
IST
Harrison Goenawan
Laporan Wartawan Tribun Medan/Liston Damanik

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -
Siswa SMP Swasta Sutomo 1, Harrison Goenawan menjadi siswa dengan nilai kelulusan terbaik di Sumatera Utara, yaitu 38.80.

Nilai itu merupakan gabungan antara nilai Ujian Nasional dan nilai dari sekolah. Di UN, ia mendapat skor untuk B Indonesia 8,69, Bahasa Inggris 8,71, Matematika 9,30, dan  IPA 9 atau rata-rata 35,70. Di bawah Harrison dari Kota Medan, lulusan SMP terbaik lainnya adalah Lorraine dari SMP Swasta Hang Kesturi dengan skor 38,70 dan Mutia Ayu Cahyaningstiyas dengan nilai 38.60 dari SMP Negeri 1.

Orang tua Harrison, Henry Goenawan, mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian, Sabtu (2/6) sore  tanpa didampingi anaknya. "Dia sedang di Singapura. Karena ada libur, kami ikutkan dia short course," katanya.

Pemilik tempat kursus bahasa inggris dan mandarin ini, mengatakan dirinya tahu anaknya jadi jadi peringkat teratas kelulusan UN setelah membaca koran pagi. "Setelah itu saya telpon Harrison. Dia sih responnya biasa saja," kata Henry yang menambahkan bahwa anak keduanya itu langganan juara umum.

Henry mengatakan, Harrison tidak ikut les tambahan. Menurutnya, kunci prestasi sang penghobi tenis meja dan catur itu adalah membagi waktu bermain dan belajar.

"Harrison suka juga main-main. Kadang suka marah kalau diminta berhenti. Tapi, orang tua harus mengarahkan anaknya supaya bisa membagi waktu," ujarnya.

Rencananya, lanjut Henry, Harrison yang berhasrat mendalami fisika dan matematika akan ikut kelas akslerasi di SMA Sutomo. "Sebenarnya setelah lulus SMP ini dia mau sekolah ke luar negeri. Tapi, kita minta untuk menamatkan SMA di sini saja," katanya.

(ton/tribun-medan)
Penulis: Liston Damanik
Editor: Raden Armand Firdaus
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
101129 articles 33 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas