BI
Proses Penghancuran Uang
Mau tahu bagaimana proses penghancuran uang kertas tak layak edar di Bank Indonesia Medan ?
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Mau tahu bagaimana proses penghancuran uang kertas tak layak edar di Bank Indonesia Medan ?
Setiap harinya BI Medan menerima penukaran uang baik dari masyarakat maupun pembayaran dari pihak perbankan. Asal tahu saja, setiap bulannya aliran uang yang masuk ke BI Medan rata-rata sekitar Rp 1 triliun lebih. Belum lagi penukaran uang lusuh, uang koyak dan uang tidak layak edar lainnya yang juga ditukarkan oleh masyarakat.
Uang yang masuk ke bagian Sistem Pembayaran tersebut, seluruhnya akan dimasukkan ke dua mesin sortir. Dua mesin yang diimpor dari Jepang dan Jerman ini mampu menyortir 120 ribu lembar uang kertas setiap jam. Secara otomatis, kedua mesin yang bergerak cepat ini akan mendata lembar demi lembar uang yang masuk. Uang itu akan terpisah dengan sendirinya. Uang yang layak edar akan terkumpul dan digulung dalam satu kertas pengikat BI Medan. Uang palsu juga akan terpisah dengan sendirinya.
Sementara uang tidak layak edar, yang sensornya sangat sensitif, akan segera menghancurkan uang tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil. Sesaat setelah diracik oleh mesin, uang tidak layak edar dari berbagai pecahan tersebut akan dipadatkan oleh mesin pemadat berbentuk briket-briket kecil. Intensitas penghancuran uang tak layak edar yang cukup tinggi, memang membuat banyak potongan uang kertas menjadi limbah yang tak dapat didaur ulang lagi. Mengakali itu, BI Medan menjadikan potongan bricket tadi menjadi suvenir kecil unik. Potongan briket dilapisi plastik transparan warna-warni dan diikat dengan kertas pengikat BI Medan. Suvenir-suvenir ini kemudian akan diberikan oleh BI Medan dalam acara tertentu. Misalnya, ada mahasiswa yang melakukan studi atau kunjungan di BI Medan. Atau beberapa kegiatan lainnya. (ers/www.tribun-medan.com)
