Defisit Perdagangan Bisa Tekan Rupiah
Neraca perdagangan tercatat defisit atau netto impor sebesar 641 juta dollar AS pada bulan April lalu.
Tayang:
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Neraca perdagangan tercatat defisit atau netto impor sebesar 641 juta dollar AS pada bulan April lalu. Jika defisit itu berlanjut, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi terancam dan rupiah tertekan.
Nilai impor sebesar 16,6 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor yang sebesar 15,98 miliar dollar AS. Defisit seperti ini sebelumnya pernah terjadi pada bulan Juli 2010.
Namun menurut ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, kali ini defisit dikhawatirkan berlanjut, karena tekanan dari sisi ekspor yang melemah akibat perlambatan ekonomi global.
Sementara itu, impor terutama berasal dari hasil minyak, bahan baku penolong dan barang modal masih akan tetap tinggi karena ekonomi domestik yang terus tumbuh.
"Jika defisit berlanjut, akan mengancam pertumbuhan ekonomi dan menekan rupiah untuk terdepresiasi," kata Lana.
