Jasad Yayu Ditemukan "Paragat"

Dicari semalaman, akhirnya Yayu Nurhayati (20) warga Huta Rumasua Nagori Pardomuan Kecamatan Pematang Bandar,

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Dicari semalaman, akhirnya Yayu Nurhayati (20) warga Huta Rumasua Nagori Pardomuan Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun ditemukan diperkebunan sawit, Minggu (3/6) sekira pukul 06.30 wib. Maruba Tindaon (32) melihat jasad korban saat hendak maragat (mengambil tuak di pohon aren).

Kondisi korban terbujur kaku di tengah kebun sawikt yang hanya berjarak 100 meter dari jalan raya di Huta Sipalaka Nagori Pardomuan Kecamatan Pematang Bandar. Melihat kondisi korban dan mengenalinya, langsung menghubungi pihak keluarga, kemenakan korban Sofyan Hadi.

Sofyan yang kemudian melaporkan kepada kepolisian sektor Perdagangan dan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Kami temukan dia (korban) terlentang, seperti sudah dirapikan. Sweeternya dililitkan di lehernya," ujar Sofyan yang ditemui di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar menunggu pihak forensik melakukan outopsi.

Diceritakan Sofyan, Yayu meninggalkan rumah sekitar pukul 17.00 wib pada Sabtu (2/5) yang mengatakan ingin ke warung. Anak kelima dari lima bersaudara ini keluar rumah mengenakan sweeter putih. "Saat berjalan ke arah kede kak Yanti, Herman sempat menanyakan mau kemana dia. Dijawabnya mau ke kede," katanya menceritakan.

Hanya saja, saat di warung Yanti, Yayu juga tidak mampir dan melintas sambil menelepon seseorang menggunakan ponselnya. "Saat Yanti juga menanya mau kemana, Yayu menjawab mau ke arah perladangan," katanya. Sofyan juga mengatakan Yayu sebulan lalu telah dilamar pacarnya, orang Mandoge. Namun, ia tidak tahu siapa nama calon suami Yayu itu. Menurut perencanaannya, Yayu akan menikah pada 23 Juni mendatang.

Menurut abang sepupu korban, Syafii (49) sosok Yayu adalah seorang yang ramah, dan sopan. Sebelumnya bekerja di perusahaan, namun semenjak dilamar, Yayu tidak bekerja lagi. Dan membantu orangtuanya membuat emping belinjo.

Juga dikatakan, sejak malam hari telah dilakukan pencarian oleh warga kampung. Bahkan menanyakan ke dukun atau orang pintar juga dilakukan hingga tiga tempat. "Dikatakan, disekitar kampung itu terbaring. Itu jawaban ketiganya," katanya.

Saat jasad ditemukan, HP korban tidak ada lagi disana. Dan dari kantong celana pendek jeans biru ditemukan uang Rp 1.500. Sementara sendal korban berada tidak jauh dari jasad.

Sementara itu, setelah dilakukan outopsi, ditemukan bekas berbentuk luka melingkar di leher. Sehingga, diduga penyebab kematian akibat dijerat. Namun, luka tidak begitu jelas karena dililit terlebih dahulu dengan sweeter.(afr / www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved