Puting Beliung Kembali Porakporandakan Tanjungmorawa
Rabu, 6 Juni 2012 15:39 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGMORAWA - Angin puting beliung kembali memporakporandakan rumah warga yang berada di Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang, kejadian terakhir terjadi pada Selasa, (5/6/2012) sore sekitar pukul 13.00 wib, hujan gerimis disertai angin kencang yang terjadi membuat 34 rumah di dua desa rusak. Ada dua desa yang terkena yakni Desa Tanjung Morawa A dan Desa Limau Manis.
Dari dua Desa ini, Desa Limau Manislah yang paling banyak dimana untuk di dusun VIII ada 27 rumah, data tersebut didapat berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Tagana (Taruna Siaga Bencana) Deliserdang.
Kepala Dusun VIII Desa Limau Manis, Sugino yang ditemui di Lokasi, (6/6/2012)mengaku hujan yang terjadi kemarin tidak lah begitu deras hanya saja angin kencang sempat terjadi.
Walaupun tidak ada korban jiwa namun akibat kejadian ini masing masing warga merugi jutaan rupiah. Sebelumnya pada Desa ini juga pernah mengalami kejadian yang sama hanya saja jumlahnya tidak sebesar saat ini.
(dra/tribun-medan.com)
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGMORAWA - Angin puting beliung kembali memporakporandakan rumah warga yang berada di Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang, kejadian terakhir terjadi pada Selasa, (5/6/2012) sore sekitar pukul 13.00 wib, hujan gerimis disertai angin kencang yang terjadi membuat 34 rumah di dua desa rusak. Ada dua desa yang terkena yakni Desa Tanjung Morawa A dan Desa Limau Manis.
Dari dua Desa ini, Desa Limau Manislah yang paling banyak dimana untuk di dusun VIII ada 27 rumah, data tersebut didapat berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Tagana (Taruna Siaga Bencana) Deliserdang.
Kepala Dusun VIII Desa Limau Manis, Sugino yang ditemui di Lokasi, (6/6/2012)mengaku hujan yang terjadi kemarin tidak lah begitu deras hanya saja angin kencang sempat terjadi.
Walaupun tidak ada korban jiwa namun akibat kejadian ini masing masing warga merugi jutaan rupiah. Sebelumnya pada Desa ini juga pernah mengalami kejadian yang sama hanya saja jumlahnya tidak sebesar saat ini.
(dra/tribun-medan.com)
