Human Error dan Faktor Psikologis
Secara psikologis memang ketika kendaraan memasuki jalur tol selalu menggunakan kecepatan tinggi. Adanya kecelakaan yang
Dosen Fakultas Teknik Sipil USU, peneliti Sistem transportasi dan pemerhati transportasi dan tata ruang
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Secara psikologis memang ketika kendaraan memasuki jalur tol selalu menggunakan kecepatan tinggi. Adanya kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol tadi, saya pikir bisa dilihat dari berbagai aspek. Faktor human error di mana pengendara mengantuk atau mengkonsumsi minuman beralkohol bisa saja dijadikan alasan terjadinya kecelakaan.
Selain itu kekurang waspadaan pengendara menjadi alasan krusial lain penyebab terjadinya kecelakaan. Faktor lalai di mana pengendara melewati ambang batas maksimum berkendara, adalah faktor yang sangat rentan terjadinya kecelakaan tersebut.
Khusus di jalan tol memang sepenuhnya kesalahan manusia dalam hal ini kendaraan. Saya pikir rambu-rambu tol yang dibuat jika ditaati dengan benar akan meminimalisir kecelakan. Dalam tol sebenarnya ada jalan mayor dan minor, di mana kecelaan yang lokasinya tidak jauh dari pintu tol saya pikir karena kesalahan kendaraan yang baru masuk tol (jalur minor).
Seharusnya pengendara di jalur minor harus mendahulukan pengendara di jalur mayor atau yang ingin keluar tol. Sehingga kecelakaan tadi saya pikir sepenuhnya terjadi karena kendaraan yang ketika melintas masuk kurang melihat situasional jalanan apakah aman atau tidak pada arus pertemuan dua ruas jalan masuk dan keluar tol.
Saya pikir juga memang benar banyaknya terjadi kecelakaan di jalur tol ketika cuaca sedang cerah. Seperti yang saya sebutkan tadi, psikologi manusia ketika masuk di tol langsung berganti ingin menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Sebenarnya mudah saja melihat ini. Ketika cuaca ekstrem atau hujan, pengendara lebih berhati-hati. Ketakutan akan kecelakaan akan lebih besar dirasa pengendara dibanding cuaca sedang cerah. Akibatnya, sisi kewaspadaan pengendara saat hujan turun lebih baik.
Saya pikir juga benar kecelakaan terbanyak terjadi pada siang hari ketimbang malam. Masyarakat pada siang hari lebih mengejar target waktu tertentu. Selain itu jumlah volume kendaraan pada siang hari lebih banyak.
Berbeda dengan malam hari. Jalur tol lebih dominan diisi oleh kendaraan berat yang membawa barang. Kendaraan itu biasanya urung melakukan kecepatan tinggi sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan. Faktor penerangan yang berkurang pada malam hari, saya pikir juga mendesak masyarakat untuk lebih berhati-hati ketimbang berkendara pada siang hari.
(irf/tribun-medan.com)