Rusia Bantai Ceko
MENERUSKAN tradisi persaingan di masa lalu, dua negara yang dianggap terkuat Eropa Timur bertemu di laga perdana Grup A Euro 2012
Kapten Rusia, Andrei Arshavin seperti dikemukakannya pada The Guardian, mengatakan negaranya dianggap bukan sebagai penantang yang serius bagi para favorit seperti Spanyol, Jerman, atau Belanda. "Namun dalam situasi seperti ini, kami akan tampil mengejutkan. Saya pikir kami akan lolos ke babak kedua. Pada saat itu kami sudah sangat berbahaya," ujarnya.
Kalimat Arshavin bukan sekadar gertak sambal. Di Municipal Wroclaw, Ceko dibuat mati kutu. Pola ofensif 4-3-3 yang diturunkan Dick Advokaat sangat efektif. Bertubi-tubi, sejak menit pertama gawang Ceko yang dikawal Petr Cech dibombardir.
Cech sesungguhnya familiar dengan situasi seperti ini. Dua laga terakhir di perhelatan Liga Champions 2011-2012 kontra FC Barcelona dan Bayern Muenchen masih membekas. Ketika itu, digempur sepanjang 120 menit, Cech tetap perkasa.
Tapi Ceko bukan Chelsea. Skema pertahanan yang dirancang Michal Bílek tidak serapat racikan Roberto Di Matteo. Laga memasuki menit 15, pertahanan Ceko ambrol. Berawal dari umpan silang Konstantin Zyryanov dari sayap kanan disambut tandukan Aleksandr Kerzhakov. Bola membentur tiang gawang dan jatuh di kaki Alan Dzagoev yang berdiri bebas. Tanpa ampun gelandang yang bermain untuk CSKA Moskwa ini melesakkan bola ke sisi kanan gawang Cech.
Unggul satu gol Rusia kian percaya diri. Arshavin jadi konduktor lini tengah pasukan Beruang Merah. Ia sepenuhnya memenangkan laga one on one versus playmaker Ceko, rekannya di Arsenal, Thomas Rosicky. Rusia menggandakan keunggulan di menit 20 setelah umpan terobosan Arshavin secara manis dimaksimalkan Roman Shirokov.
Paruh kedua Ceko mengubah gaya bermain. Mereka tak lagi meladeni permainan cepat Rusia, melainkan lebih banyak menunggu, memperlambat tempo, sembari mengintip peluang melancarkan serangan balik. Menit 52, Vaclav Pilar memperkecil margin ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan terobosan Jaroslav Plasil.
Selengkapnya baca di harian Tribun Medan edisi cetak, Sabtu (9/6/2012)
